Awalnya Sorban dan Sarung yang Hilang, Napi Nusakambangan yang Kabur Ditangkap di Plafon Masjid
Napi kasus Narkotika dengan hukuman 5 tahun tersebut ditangkap di dalam masjid Candi, Senin (31/1), pukul 20.45 WIB
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Tim gabungan Polsubsektor dan lapas Nusakambangan berhasil menangkap seorang napi lapas besi Nusakambangan yang melarikan diri, Syarjani Abdullah Bin M. Yunus, warga Jl. Asem Rt 01 Rw II Pasar Minggu Jakarta Selatan.
Napi kasus Narkotika dengan hukuman 5 tahun tersebut ditangkap di dalam masjid Candi, Senin (31/1), pukul 20.45 WIB.
Lokasi masjid itu tidak jauh dari lapas kelas I Batu Nusakambangan.
Kabag Ops Polres Cilacap Kompol Faisal Perdana mengungkapkan, penangkapan napi itu bermula dari pengembangan informasi, sarung dan sorban yang ada di dalam masjid Candi Nusakambangan hilang.
Petugas juga memperoleh laporan dari para pekerja yang sedang mengerjakan proyek di lapas Nusakambangan.
Mereka melapor kehilangan handphone dan makanan di perumahan lapas Besi Nusakambangan, tempat para pekerja tinggal.
"Kemungkinan napi tersebut masih berada di dalam pulau Nusakambangan sehingga tim langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi," ungkapnya, Selasa (31/1).
Sebelum penangkapan, pukul 20.30 WIB, seorang pegawai lapas yang juga takmir masjid Candi di lingkunagn lapas Batu Nusakambangan curiga karena gembok kunci masjid rusak.
Dia juga mendengar suara gaduh di plafon masjid.
"Tim kemudian datang dan berhasil menangkap salah satu napi yang kabur. Dia saat itu bersembunyi di atas plafon masjid," katanya.
Pada pukul 22.05 WIB, pelaku yang tertangkap selanjutnya dibawa dan ditempatkan di sel khusus atau ruang isolasi Lapas Kelas I Batu Nusakambangan.
Petugas melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Syarjani yang terluka di belakang kepala.
"Kemungkinan terbentur tiang plafon karena berontak saat akan di lakukan penangkapan," katanya
Tim gabungan saat ini tengah melakukan pencarian terhadap satu napi lain yang belum tertangkap.
Kemungkinan, napi itu masih berada di dalam pulau Nusakambangan. Ia diperkirakan bersembunyi di hutan atau di rumah pegawai lapas yang tidak terpakai dengan cara berpindah pindah.
"Tim yang terdiri dari Polres dan lapas masih melakukan pencarian dengan dibantu oleh Satpolair yang melakukan penyekatan di perairan," kata Kabag Ops. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/aparat-polres-menyisir-hutan-untuk-mencari-napi-kabur_20170127_121751.jpg)