Gedung Baru RSUD Ungaran Bakal Jadi Tujuh Tingkat, Pinardi Optimis Bisa Selesai 2019

Gedung Baru RSUD Ungaran Bakal Jadi Tujuh Tingkat, Direktur RSUD Setya Pinardi Optimis Bisa Selesai 2019

Gedung Baru RSUD Ungaran Bakal Jadi Tujuh Tingkat, Pinardi Optimis Bisa Selesai 2019
tribunjateng/daniel ari purnomo
Gedung Baru RSUD Ungaran Bakal Jadi Tujuh Tingkat, Pinardi Optimis Bisa Selesai 2019 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ungaran, Setya Pinardi optimis pembangunan gedung baru akan selesai tahun 2019. Ia berharap tak ada hambatan serius, yang memengaruhi lama pembangunan.

"Gedung yang baru nanti ada tujuh tingkat. Luas bangunannya 12 ribu meter persegi," terangnya, usai rapat dengar pendapat di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Semarang, Ungaran, Kamis (2/2/2017) sore.

Ia berujar gedung lama tetap digunakan. Pembangunan di gedung lama hanya fokus di bagian muka.

Di gedung yang baru nantinya, bagian basement akan digunakan area parkir kendaraan. Tingkat pertama untuk pujasera dan sebagian lahan parkir. Tingkat dua dan tiga untuk pelayanan rawat jalan, laboratorium, dan hemodialisa. Sedangkan tingkat empat hingga tujuh, sebagai ruang rawat inap.

Sebagai informasi, pembangunan gedung baru itu senilai Rp 100 miliar. Pengerjaan gedung dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, dianggarkan Rp 50,5 miliar, sesuai kesepakatan DPRD Kabupaten Semarang. Sedangkan tahap dua atau penyelesaian, sisanya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto berharap pembangunan gedung baru tak macet. Informasi yang diperoleh, pelelangan tahap pertama dilakukan pihak RSUD Ungaran pada bulan Maret 2017.

"Waktu yang dibutuhkan sekitar delapan bulan. Pertengah Desember 2017 sudah harus jadi untuk tahap pertama," kata Kribo, sapaannya.

Ia merekomendasikan pelelangan segera dilakukan, lantaran Detail Engineering Design (DED) sudah jadi. Selain itu, pelelangan harus dilakukan secara terbuka, tanpa intervensi.

Bambang berujar pihaknya pula akan mengundang tim teknis, konsultan pengawas dan perencana serta rekanan lelang untuk menyaksikan komitmen pembangunan.

"DPRD menganggap rencana pembangunan gedung baru RSUD Ungaran selalu terlambat. Kami ingin tahu komitmen mereka, agar pembangunan tepat waktu," tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Bambang, akan direkomendasikan juga pendampingan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk pendampingan supervisi. Diharapkan, ada laporan pembaruan tiap minggu terkait pengeluaran biaya sesuai target kontraktor.

"Kalau sampai ada keterlambatan lelang, berarti ada intervensi dalamnya. Kami minta pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen maupun Unit Layangan Pengadaan (ULP) tak diintervensi oleh siapa saja," ucap Bambang. (*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved