Bocah Kembar Tertembus Peluru Senapan Angin, Polisi: Yang Tak Ada Izin Harap Lapor

Bocah Kembar Tertembus Peluru Senapan Angin, Polisi: Yang Tak Ada Izin Harap Lapor

Bocah Kembar Tertembus Peluru Senapan Angin,  Polisi: Yang Tak Ada Izin Harap Lapor
GOOGLE
Ilustrasi senapan angin 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, BREBES- Seorang bocah Desa Kubangputat, Kecamatan Tanjung, Brebes jatuh terkapar usai terkena peluru senapan angin di bagian dada.

Ia tewas dalam perjalanan ke Puskesmas Tanjung. Hasil pemeriksaan Biddokes Polda Jateng menyatakan bocah bernama Mohammad Ega Ardiansyah tewas lantaran peluru menembus jantung dan paru- parunya.

Ia tertembak saat bermain senapan angin dengan adik kembarnya pada Sabtu (4/2/2017). Senapan itu milik pamannya yang akan digunakan berburu burung.

Pihak kepolisian kini sudah mengamankan paman korban yang diduga lalai meletakan senapan angin berisi peluru di ruang keluarga. Paman korban, Dede Nuryanto (23) sudah diamankan di Mapolres Brebes untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Pelaku kami amankan guna penyelidikan lebih lanjut," kata Kapolsek Tanjung, AKP M Yusuf.

Menurutnya, kepemilikan senjata oleh warga dikhawatirkan bisa membahayakan orang lain yang berada disekitarnya.

Oleh karena itu, berkaca pada kasus tersebut, ia mengimbau untuk warga agar menyerahkan senjata angin yang tidak memiliki izin dari organisasi menembak.

"Mengenai kejadian itu, tentunya harus menjadi pembelajaran masyarakat. Kepemilikan senjata api harus sesuai prosedur, yakni memiliki izin," jelasnya.

Kepemilikan senapan angin diatur dalam Peraturan Kapolri No 8 Tahun 2012 tentang Pengendalian dan Pengawasan Senapan untuk Kepentingan Olahraga.

Dalam peraturan tersebut disebutkan aturan kepemilikan senapan baik senapan angin (air rifle) ataupun air softgun. Diantaranya harus berizin dari organisasi menembak dan surat kesehatan pemilik.

"Untuk itu, kami mengimbau masyarakat yang masih menyimpan senjata yang tak memiliki ijin resmi agar menyerahkannya kepada polisi. Termasuk senapan angin," jelasnya.

Ia pun berharap kasus serupa tidak kembali terjadi. Untuk pemegang senapan angin, kata dia, jangan sampai disalahgunakan, karena sangat membahayakan.

Sementara, Sekretaris Desa Kubangputat, Mashuri (45) menegaskan pihak keluarga sudah mengikhkaskan.

"Pihak keluarga sudah ikhlas karena itu dianggap musibah atau kecelakaan. Keluarga juga berharap paman korban tidak dibawa ke ranah hukum," terangnya. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved