Breaking News:

PILKADA 2017

KPU Salatiga Sudah Siapkan Template Braile untuk Pemungutan Suara Bagi Kaum Difabel

KPU Salatiga Sudah Siapkan Template Braile untuk Pemungutan Suara Bagi Kaum Difabel yang akan digelar 15 Februari 2017

Penulis: deni setiawan | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/DENI SETIAWAN
BRAILLE- Komisioner KPU Kota Salatiga Divisi Hukum Suryanto memperlihatkan template braille yang telah disiapkan untuk membantu kelancaran serta kemudahan para difabel penyandang tuna netra di saat menentukan suaranya di tiap TPS pada 15 Februari 2017 mendatang dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga 2017. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Mendekati Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga pada 15 Februari 2017 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga telah menyiapkan template braille surat suara di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Total, ada 386 template yang disediakan.

Seperti diinformasikan, template braille merupakan alat bantu bagi kaum disabilitas yang telah memenuhi syarat menggunakan hak pilih atau telah masuk di daftar pemilih tetap (DPT) KPU Kota Salatiga, khususnya mereka penyandang tuna netra. Tujuannya agar dapat memberikan suara secara mandiri di Pilkada Serentak 2017 ini.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Jateng, Minggu (5/2/2017) sesuai database Pilkada 2017 KPU RI, DPT Kota Salatiga berjumlah 129.930 jiwa. Total difabel yang terdaftar adalah 219 jiwa atau 0,17 persen dari total DPT.

Adapun jika dispesifikkan lagi, untuk difabel tuna netra berjumlah sekitar 35 orang yang secara rincinya terdapat 10 orang di Kecamatan Argomulyo. Lalu 7 orang di Kecamatan Sidomukti, 12 orang di Kecamatan Sidorejo, dan 6 orang di Kecamatan Tingkir.

Komisioner KPU Kota Salatiga Divisi Hukum, Suryanto mengatakan, pihaknya sudah menyediakan masing-masing satu template di tiap TPS. Template tersebut telah dilengkapi dengan huruf braille sehingga penyandang tuna netra dapat membaca dan menentukan pilihannya tanpa bantuan orang lain.

"Kami siapkan template braille sebagai alat bantu pencoblosan itu tujuan utamanya adalah mempermudah mereka penyandang tuna netra untuk menggunakan hak pilihnya. Secara umum prosesnya hampir sama dengan lainnya dan teknisnya mudah. Pemilik hak pilih tuna netra cukup meraba kertas suara yang diselipkan ke template itu," kata Suryanto kepada Tribun Jateng, Minggu (5/2/2017).

Setelah perabaan kertas suara selesai dan telah menemukan pasangan calon (paslon) mana yang hendak dipilih, lanjutnya, yang bersangkutan tinggal mencoblos di ruang yang sudah disediakan menggunakan alat yang juga telah tersedia oleh petugas. Berkait itu ada petugas yang siap untuk membantu di setiap TPS.

"Secara umum, ukuran kertas template sama dengan ukuran surat suara, warna separasi satu muka, menggunakan kertas artpaper, dan yang intinya adalah terdapat huruf tulisan braille untuk di setiap lubang paslon. Di kertas itu ada dua kotak, kotak bagian kiri merupakan untuk paslon nomor urut 1 dan di kanan adalah paslon nomor urut 2," jelasnya.

Ketua KPU Kota Salatiga Putnawati menambahkan, fasilitas untuk mempermudah dan memperlancar para kaum difabel di Kota Salatiga dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga 2017 telah dipersiapkan. Pihaknya pun menjamin tidak akan ada diskriminasi terhadap warga yang menggunakan hak pilihnya.

"Kami jamin di setiap tahapan baik teknis maupun nonteknis sudah kami persiapkan tanpa ada diskriminasi. Sebagai contoh di setiap TPS yang ternyata ada warga berkebutuhan khusus. Dari sisi lokasi diupayakan tidak merepotkan mereka atau harus ramah, bertanah datar, dan cukup ruang di setiap alur," terangnya.

Dia menambahkan, hal lain seandainya para penyandang difabel mengalami kesulitan, petugas di setiap TPS pun akan turut serta mendampingi. Seandainya yang bersangkutan tetap merasa kerepotan di saat menggunakan hak pilihnya, dapat diwakilkan oleh keluarga.

"Syaratnya adalah berkenan menyampaikan kuasa secara tertulis di formulir C3 KwK. Formulir tersebut sudah kami sediakan. Berkait data di KPU RI, DPT difabel di Kota Salatiga yakni 70 orang penyandang tuna daksa, 35 tuna netra, 38 tuna rungu atau wicara, 59 tuna grahita, dan 17 orang adalah difabel lainnya," tuturnya. (tribunjateng/deni setiawan)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved