Dokter Agung Ingin Bangkitkan Budaya Berdiskusi

Ingin membaca buku-buku politik mulai bacaan ringan hingga berat secara gratis? Datang saja ke Perpustakaan Suluh Massa di Jl Raya Kedungmundu 115

Dokter Agung Ingin Bangkitkan Budaya Berdiskusi
Tribun Jateng/Bakti Buwono
Pendiri Perpustkaan Suluh Massa 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Ingin membaca buku-buku politik mulai bacaan ringan hingga berat secara gratis? Datang saja ke Perpustakaan Suluh Massa di Jl Raya Kedungmundu 115, Kota Semarang.

 Ratusan buku tertata rapi di sebuah bangunan di pinggir jalan. Di perpustakaan Suluh Massa itulah masyarakat awam bisa berdiskusi tentang politik ditemani buku-buku tebal nan serius. Jangan mengharap meminjam novel atau komik di perpustakaan itu. Buku yang ada bertema politik, filsafat hingga pergerakan.

Perpustakaan itu merupakan gagasan dari seorang dokter bernama dr Agung Sudarmanto dan teman-teman diskusinya.

"Kami ingin membantu agar masyarakat mendapat informasi dan pengetahuan melalui buku-buku," kata pria yang membuka praktik dokter umum di Jl Bangau Rumpun Diponegoro, Tembalang, Kota Semarang itu.

Ia menjelaskan, Suluh Massa berarti menyuluh pada masyarakat. Agung ingin wawasan masyarakat terbuka lewat perpustakaannya. Meski seorang dokter, ia mengaku gemar berdiskusi khususnya soal politik. Ia pun ingin berkontribusi pada masyarakat dalam bentuk lain.

Agung bercerita pendiri perpustakaan terdiri atas beberapa kelompok yaitu Kelompok Masyarakat Peduli Bangsa, Kelompok Studi Pembangunan, dan lainnya. Ide membuka perpustakaan berawal dari kerinduannya membuka ruang diskusi untuk mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah yang bersifat membangun.

"Saya ada grup diskusi di WA (Whatsup), di sanalah kami membahas untuk membuka perpustakaan nirlaba bersama," ujar dokter yang juga musisi musik metal itu.

Dari situlah, ia bersama teman-temannya membuka Perpustakaan Suluh Massa. Bukunya berasal dari buku pribadi kelompok diskusinya. Latar belakang komunitasnya bervariasi mulai dari dokter, seniman hingga guru. Bahkan, teman diskusinya yang dari Jakarta rela datang untuk melihat Perpustakaan Suluh Massa.

Saat ini sudah ada 900an buku yang terdiri atas buku politik, filsafat hingga budaya. Jumlah buku itu masih akan bertambah.

"Saya sendiri masih akan menyumbang beberapa buku. Kalau baca sendiri eman-eman," ceritanya.
Agung saat ini sedang memilah buku yang akan ditaruh di Perpustakaan Suluh Massa. Ia punya ribuan buku yang dikoleksinya sejak duduk di bangku sekolah.

Perpustakaannya tidak hanya sekadar menyewakan buku. Ia berencana menggelar diskusi kritis tentang kebijakan publik tiap bulan. Nantinya,hasil diskusi akan disampaikan ke Pemerintah Kota Semarang. Bahkan, ia berencana bakal mengirim langsung hasil diskusi ke instansi-instansi terkait.

"Kami juga akan mengaktifkan diskusi di media sosial sebagai wadah baru, kami ingin budaya diskusi yang membangun," ucapnya.

Terkait perpustakaan, ia menjamin bisa melayani masyarakat umum dan buku boleh dipinjam. Syaratnya hanya kartu identitas pribadi. "Sekarang ini kami jarang melihat kelompok diskusi. Kami ingin atmosfer diskusi intelektual ada lagi," tuturnya.

Selain perpustakaan, ia juga me-launching majalah kedokteran bernama Trauma. Sebuah majalah yang berisi tentang kesehatan.(Bakti Buwono)

Penulis: bakti buwono budiasto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved