WARNING! Waspadalah Sindikat Penipuan Lowongan Pekerjaan Fiktif di Semarang, Inilah Modusnya

Antonius merasa ada kejanggalan, karena dari lima lowongan yang dipasang dari perusahaan berbeda, alamat perusahaannya sama.

WARNING! Waspadalah Sindikat Penipuan Lowongan Pekerjaan Fiktif di Semarang, Inilah Modusnya
Net
Illustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Masyarakat banyak sering kali tergiur melihat lowongan pekerjaan dengan gaji besar. Apalagi, jumlah pencari dari tahun ke tahun semakin meningkat.

Meski demikian, masyarakat harus waspada, mengingat saat ini berkembang modus penipuan berkedok lowongan kerja fiktif, terutama di Kota Semarang. Hal itu seperti diungkapkan Antonius, warga Sampangan, Semarang.

Ketika mencoba mendaftar pekerjaan sesuai dengan lowongan yang ia baca di sebuah koran lokal di Kota Semarang, Antonius merasa ada kejanggalan, karena dari lima lowongan yang dipasang dari perusahaan berbeda, alamat perusahaannya sama.

"Saya mencoba mendaftar dengan mengirimkan pesan singkat data diri ke nomor yang dicantumkan di koran. Dari lima lowongan di perusahaan berbeda, saya mendapat balasan alamat tujuan yang sama, yaitu di Jalan Arteri Soekarno Hatta, Semarang," katanya, barubaru ini.

Setelah mendaftar lewat pesan singkat, tanpa pikir panjang Antonius mendatangi alamat yang ia peroleh dari pesan balasan itu. "Saya tiba di sana dan langsung interview. Pihak perusahaan itu mengatakan gaji di sana besar, tapi harus mengikuti seleksi dan pelatihan," tuturnya.

Antonius kemudian mengikuti tahapan yang dilakukan perusahaan itu untuk menjadi karyawan selama hampir satu pekan.

"Setelah itu mereka meminta uang Rp 600 ribu. Katanya seleksi dari pusat sulit, dan uang itu untuk membayar petugas seleksi. Istilahnya uang sogok," urainya.

Karena ingin mendapat pekerjaan dengan gaji tinggi, Antonius pun membayar sejumlah uang yang diminta. Tapi, hingga kini ia tidak mendapat kejelasan atau kelanjutan dari pekerjaan yang dijanjikan.

Antonius mengungkapkan, saat itu ia mendaftar pekerjaan bersama sejumlah rekan. Ia pun menanyakan hal yang dialami ke sesama pendaftar lain.

"Jawaban mereka sama, sudah membayar uang tapi belum kunjung dapat panggilan. Hati-hati saja kalau ingin melamar pekerjaan, sekarang banyak yang meragukan," tukasnya.

Halaman
12
Penulis: budi susanto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved