BPBD Purbalingga Libatkan Badan Geologi untuk Kaji Kondisi Tanah Rawan Longsor
BPBD Purbalingga Libatkan Badan Geologi untuk Kaji Kondisi Tanah Rawan Longsor
Penulis: khoirul muzaki | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - BPBD Purbalingga akan melibatkan Badan Geologi untuk meneliti kondisi tanah di bukit Wuni dan pemukiman di bawahnya di dukuh Karangpoh, desa Darma, Kertanegara. Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Purbalingga Rahman Widyarto membenarkan, kondisi tanah di atas bukit telah mengkhawatirkan.
"Kondisi tanah di atas sudah retak. Sehingga berpotensi longsor dan mengancam 20 rumah di bawahnya," katanya, Rabu (7/2).
Pihaknya akan menunggu hasil penelitian dari Badan Geologi untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
Sambil menunggu hasil kajian, Rahman mengimbau kepada warga RT 4 RW 1 dukuh Karangpoh, agar mewaspadai potensi bencana di sekitar mereka. Terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi, atau hujan lebih dari 3 jam.
"Kami menunggu hasil kajian dari Badan Geologi untuk mengetahui kondisi tanah serta daya dukungnya, apakah wilayah ini masih layak ditempati," katanya
Rahman membenarkan ada batu raksasa di dekat mahkota longsor yang membahayakan. Pihaknya masih memikirkan untuk menyiasati agar batu itu tidak sampai lepas dan menggelinding ke pemukiman. Pasalnya, ukuran batu itu super besar sehingga sulit dipindahkan.
"Nanti dipikirkan, kalau batu itu mengancam, apakah nanti akan diganjal, dipecah, atau diarahkan luncurannya ke tempat yang jauh dari pemukiman," katanya (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kerjabakti-singkirkan-longsoran-tanah-di-jalan-batang-banjarnegara_20170208_194416.jpg)