Inilah Detik-detik Sutarmo Menemukan Penerjun Payung Kopassus di Tanjung Emas
Anggota Tim SAR kemudian mendatangi lokasi ditemukannya tubuh Sertu Danang yang sudah dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (8/2) sekitar pukul 06.30.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG --Teriakan Sutarmo, pengepul barang bekas, di pantai Cipta Karya Kota Semarang mengejutkan warga dan tim SAR gabungan yang sedang mencari Sertu Danang Kusuma (30).
Anggota Tim SAR kemudian mendatangi lokasi ditemukannya tubuh Sertu Danang yang sudah dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (8/2) sekitar pukul 06.30.
Sertu Danang adalah satu dari dua anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Markas Cijantung Jakarta yang jatuh ke perairan Tanjung Emas Semarang saat berlatih terjun payung, Selasa (7/2) pagi. Rekan Danang, Serda Beny Buana Yuda berhasil diselamatkan, sedangkan Danang hilang terseret ombak.
"Pagi itu Pak Sutarmo berteriak menemukan anggota yang hilang. Waktu itu saya lagi ngopi di warung ada teriakan Pak Tarmo, semua akhirnya berkumpul di bibir pantai Cipta Karya," ujar Mukiman, nelayan warga Kampung Bandarjaya, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara.
Mukiman merupakan saksi jatuhnya dua penerjun anggota Kopassus. "Waktu itu ada dua penerjun yang jatuh di perairan ini. Saya lihat yang satu jatuh di ujung pantai Cipta Karya dan masih hidup. Lalu saya tolong. Selanjutnya saya lihat satunya jatuh di laut dekat ujung batu bara," ujarnya. Sertu Danang yang jatuh di dekat ujung batu bara itulah yang akhirnya hilang dan ditemukan dalam kondisi tewas.
Sementara itu Sutarmo, warga Kampung Gisik Rejo RT 09 RW 01, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, mengaku hanya menunjukkan arah kemungkinan ditemukannya jasad korban. "Saya waktu itu sedang mencari rosok (barang bekas) bertemu tiga orang anggota Kopasus yang menyisir pantai. Lalu anggota itu bilang 'kalau nemu lapor ya Pak', " ujarnya.
Tarmo kemudian mengarahkan ketiga anggota Kopassus agar mencari korban di bagian pantai yang ombaknya besar. "Ternyata benar, mereka menemukan jasad anggota yang hilang itu," jelas Tarmo.
Menurutnya korban ditemukan di pinggir pantai Cipta karya arah Terminal Elpiji Semarang milik Opsico. "Kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa," tuturnya.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV/ Diponegoro Kolonel Inf Dwi Endro Sasongko menyatakan Sertu Danang Kusuma gugur sebagai prajurit dalam bertugas. Dwi menyatakan keluarga besar TNI menyampaikan bela sungkawa mendalam dan berharap tidak ada kejadian buruk lain yang menimpa anggota TNI. "Faktor cuaca menjadi penyebab peristiwa nahas itu terjadi," katanya.
Dwi menjelaskan, jasad Sertu Danang pertama kali ditemukan seorang tukang rongsokan yang sedang bekerja, kemudian dilaporkan kepada Tim SAR gabungan, termasuk pasukan Kopassus yang mencari korban sejak kemarin.
Dwi mengungkapkan kondisi jenazah Sertu Danang ditemukan dalam kondisi utuh. "Hanya perutnya yang mengembung karena sudah 24 jam (hilang). Tanpa luka," ujarnya.
Dwi berujar, jenazah korban disemayamkan lebih dulu di Lanumad Ahmad Yani Semarang sebelum dipulangkan ke rumah duka di Dusun Kutan, Desa Brosot, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.
Pangdam Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi sebelumnya berkeyakinan Sertu Danang yang hilang saat latihan terjun payung, masih selamat karena dia memiliki keahlian khusus, bertahan di darat dan laut dalam kondisi sulit sekalipun. Sayangnya, nasib berkata lain. Dalam pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan, Selasa, helm dan parasut milik Sertu Danang sudah ditemukan.
Jaswandi menjelaskan latihan yang dilakukan oleh Kopassus tersebut digelar Selasa sekitar pukul 07.15 WIB. Rencana dan koordinasi dengan bandara terkait dengan cuaca sudah dilakukan. Namun saat 11 penerjun hendak meluncur dari helikopter MI-17 milik Penerbad A Yani Semarang, tiba-tiba angin berembus kencang. Mereka tetap terjun dan sembilan orang di antaranya berhasil mendarat di titik pendaratan tidak jauh dari pantai Marina Semarang.
"Sembilan penerjun berhasil sampai di titik turun, sementara dua penerjun jatuh ke perairan karena angin kencang," tandasnya. Ia mengatakan, para personel Kopassus tersebut latihan terjadwal dan terprogram. "Tempatnya bisa pindah-pindah sesuai yang direncanakan," ujarnya. (rtp/dna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sertu-danang-penerjun-yang-ditemukan-di-tanjung-emas-akan-dimakamkan-di-kulonprogo_20170208_151538.jpg)