Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

ASYIK, di Semarang Ada Kredit Wibawa bagi UMKM, Bunga 3% per Tahun Tanpa Agunan

Pemkot Semarang telah bekerjasama dengan Bank Pasar Kota Semarang, Bank Jateng, dan Bank Muamalat dalam mendistribusikan plafon kredit kepada UMKM.

Penulis: galih permadi | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNNEWS.COM

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro telah meluncurkan program Kredit Wirausaha Bangkit Jadi Jawara (Wibawa) pada 17 Januari 2017.

Baru 25 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memanfaatkan pinjaman tersebut.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendorong pelaku UMKM untuk mengambil kredit murah dengan bunga tiga persen per tahun tanpa agunan dengan jangka waktu dua tahun.

"Kami punya plafon anggaran Rp 7 miliar dalam program Kredit Wibawa kredit dengan bunga terendah se-Indonesia. Kalau baru 25 UMKM yang ambil, tentu plafon masih sisa banyak. Saya harap pelaku UMKM memanfaatkan kredit ini untuk modal pengembangan usaha," ujar pria yang akrab disapa Hendi ini, Minggu (12/2).

Menurutnya, belum semua pelaku UMKM mengetahui program ini.

Sebelumnya dengan plafon Rp 16 miliar Pemkot meluncurkan program kredit UMKM dengan bunga enam persen per tahun.

"Saya minta Dinas Koperasi untuk gencar sosialisasi Kredit Wibawa karena belum semua pelaku UMKM tahu," ujarnya.

Prosedur mendapatkan pinjaman kredit gratis sepanjang syarat dipenuhi.

"Izin untuk mendapatkan IUMK (Ijin Usaha Mikro Kecil) juga gratis dan sehari jadi. Kalau ada oknum yang meminta bayaran segera laporkan ke saya, akan saya tindak tegas," tandasnya.

Pemkot Semarang telah bekerjasama dengan Bank Pasar Kota Semarang, Bank Jateng, dan Bank Muamalat dalam mendistribusikan plafon kredit kepada pelaku UMKM.

"Kalau lolos angsuran lima tahun, begitu lunas bank akan memberi kepercayaan pinjaman Rp 10 juta, Rp 20 juta, dan seterusnya. Tapi kalau menyalahgunakan kredit ini bisa dipastikan akan jadi catatan buruk terhadap UMKM terhadap list perbankan. Jadi manfaatkan dengan baik dan bijak," ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Litani Setyawati mengatakan yang telah mengajukan sebanyak 200 UMKM.

"Kalau yang sudah eksekusi sebanyak 25 UMKM, sebanyak 200 UMKM masih dalam proses verifikasi. Kebanyakan mengambil pinjaman Rp 5 juta tapi ada yang mengambil sampai Rp 50 juta," jelasnya.

Saat ini sebanyak 7.000 UMKM di Kota Semarang yang telah memiliki IUMK.

Litani menargetkan 7.000 UMKM bisa mengambil Kredit Wibawa.

"Program kredit enam persen per tahun saja sebanyak 4.000 UMKM mengambil kredit. Ini cuma tiga persen, kami harapkan bisa lebih dari itu," jelas Litani. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved