Pilkada Brebes

Panwaslu Brebes: Kami Punya Bukti Foto dan Video

Kami punya bukti foto dan video keterlibatan seorang ASN tersebut. Sehingga, dugaan keterlibatannya dalam kampanye itu sangat kuat

Panwaslu Brebes: Kami Punya Bukti Foto dan Video
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Ketua KPU Brebes Muamar Riza Pahlevi menunjukkan surat suara yang sobek, Selasa (24/1/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES -- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Brebes akan segera memanggil seorang pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Brebes. Pemanggilan itu terkait kegiatannya yang ikut terlibat kampanye akbar satu pasangan calon Pilkada Brebes di Stadion Karangbirahi, Sabtu (13/2) lalu.

"Saat itu, pasangan calon nomor urut dua, Idza Priyanti-Narjo, melaksanakan kampanye terbuka. Dalam proses pengawasan pelaksanaan kampanye terbuka itu, kami menemukan adanya dugaan keterlibatan aparatur sipil negera (ASN) atau PNS," kata Ketua Panwaslu Brebes, Kuntoro Tayubi, Senin (13/2).

Ia mengungkapkan, PNS berinisial MH itu, merupakan seorang pejabat eselon IV di jajaran Pemkab Brebes. Panwaslu melihatnya sedang terlibat dalam kampanye di dalam stadion.

"Kami punya bukti foto dan video keterlibatan seorang ASN tersebut. Sehingga, dugaan keterlibatannya dalam kampanye itu sangat kuat," ujar Kuntoro.

Menurutnya, berdasarkan unsur-unsur yang ada, pelanggaran ASN yang terlibat dalam kampanye masuk dalam pelanggaran pidana pemilu. Hal Itu sesuai dengan pasal 71 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota. Beleid berisi ASN tidak boleh terlibat dukung mendukung atau merugikan salah satu calon.

"Atas pelanggaran ini, ASN bisa dikenai sanksi denda dan kurungan. Kami akan memproses dan jika memang memenuhi unsur akan dilanjutkan ke penyidikan," katanya.

Atas temuan itu, kata Kuntoro, Panwaslu akan melakukan tindakan. Pertama, dengan melakukan kajian bersama tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) terhadap bukti-bukti tersebut. Selanjutnya, melakukan pemanggilan terhadap oknum ASN itu.

"Kami akan kaji dan segera memanggil oknum ASN itu untuk dimintai klarifikasi," tegasnya.

Panwaslu Brebes juga mencatat pada akhir 2016 lalu, ada delapan pegawai ASN diindikasi melakukan pelanggaran lantaran hadir dalam deklarasi bakal calon bupati.

"Panwaslu sudah memanggil mereka untuk dimintai klarifikasi, teguran juga sudah dilayangkan. Saat ini, ditangani Badan Kepegawaian Daerah (BKD)," kata Kuntoro.

Mereka yakni Camat Bulakamba, Edi Sudarmanto; Camat Ketanggungan, Rejeh Juanda; Camat Jatibarang, Darmadi; Camat Bantarkawung, Gunarto; Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Yuta Sugiarti; Kabag Pemdes, Amrin Alvi Umar; Kadinsosnakertrans, Syamsul Qomar; dan Wadir Umum dan Keuangan RSUD Brebes, Slamet Arjono.

Panwaslu merekomendasikan kepada Inspektorat Pemerintah Kabupaten Brebes untuk memproses secara lebih lanjut. Lantaran, saat itu, belum masuk waktu kampanye.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Pemkab Brebes, Suprapto mengatakan, oknum PNS tersebut berpotensi mendapatkan sanksi ringan berupa peringatan. "Tergantung sejauh mana keterlibatannya. Untuk itu kami terus berkomunikasi dengan Panwaslu," ucapnya. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved