Breaking News:

Disebut-sebut Antasari, Saham Perusahaan Hary Tanoe Turun

Turunnya saham-saham MNC Grup terjadi sejak sesi I pembukaan perdagangan saham pada Selasa.

Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Antasari Azhar (tengah) didampingi adik Nasruddin Zulkarnaen, Andi Syamsudin (kiri) dan pengacara Harjadi Jahja memberi keterangan kepada wartawan di kantor Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta, Selasa (14/2/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Selepas pengakuan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar, sejumlah saham MNC Group terpantau turun pada penutupan perdagangan saham, Selasa (14/2).

Berdasarkan pantauan di bursa, saham-saham MNC Group kompak memerah di atas satu persen.

Saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) tercatat turun 4,07 persen. Saham PT MNC Investama Tbk (BHIT) terpantau turun 2,14 persen. Sementara saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) tercatat turun 6,18 persen.

Anomali terjadi untuk saham PT MNC Land Tbk (KPIG) yang naik 9,23 persen. Sedangkan saham PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) terpantau ditutup pada posisi tetap di level 1.025.

Turunnya saham-saham MNC Grup terjadi sejak sesi I pembukaan perdagangan saham pada Selasa.

Sebelum penutupan perdagangan saham, Antasari akhirnya buka-bukaan perihal dugaan rekayasa dalam kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

Setelah delapan tahun mendekam di penjara dan bebas murni Januari lalu, Antasari baru mantap menyebut sejumlah nama yang dia duga kuat berkaitan dengan kasus yang menjeratnya.

Antasari Azhar mengaku sekitar Maret 2009, dia pernah didatangi oleh CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Saat itu, kata Antasari, Hary mengaku diutus oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu menjabat sebagai Presiden keenam RI untuk menemuinya.

Hary meminta Antasari agar tidak menahan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia Tantowi Pohan, besan SBY.

"Beliau diutus oleh Cikeas saat itu. Siapa Cikeas? SBY. Datang minta supaya saya jangan menahan Aulia Pohan," ujar Antasari di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (14/2).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved