PSIS Semarang
Subangkit Tak Akan Instruksikan Pemain PSIS Parkir Bus di Markas Pusamania
Rio Saputra, Anhar Latif, Taufik Hidayat, dan Yogi Ardianto dipercaya menjaga lini pertahanan. M Yunus dan Saddam sentral di lapangan tengah.
Penulis: galih priatmojo | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Priatmojo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tiga hari sebelum melawat ke Samarinda, Kalimantan Timur, PSIS Semarang mulai mematangkan formula permainan.
Dalam dua kali simulasi pertandingan, pelatih Subangkit konsisten memasang empat pemain belakang.
Rio Saputra, Anhar Latif, Taufik Hidayat, dan Yogi Ardianto dipercaya menjaga lini pertahanan.
M Yunus dan Saddam menjadi duo figur sentral di lapangan tengah.
Secara keseluruhan, Subangkit menyebut performa pemain muda di barisan belakang cukup apik.
Terlihat dalam di dua laga uji coba terdahulu.
Mereka mampu bermain lugas dan minim pelanggaran.
"Sedikit banyak barisan belakang sudah sesuai karakter yang saya inginkan. Muda, energik, mampu bermain taktis tapi juga disiplin. Terutama tak mudah buat pelanggaran," ujar Subangkit, Rabu (15/2/2017).
Sehari sebelumnya, Subangkit memberi porsi khusus para bek berlatih man-to-man-marking.
Dia menegaskan gemblengan ini penting mengingat tuan rumah Pusamania Borneo FC punya kelas di atas PSIS Semarang.
Namun, pelatih asal Pasuruan ini tak ingin PSIS dipandang bakal menerapkan permainan bertahan.
Menurutnya, menjaga lini pertahanan hanya salah satu skenario.
Dalam laga persahabatan, yang dilihat bukan soal menang atau kalah melainkan penerapan strategi di lapangan.
"Saya tidak cuma menginstruksikan bermain defensif. Tetap saya coba semua skema yang sudah saya siapkan. Bertahan hanya salah satu cara bertanding," tandasnya.
Dia menegaskan prioritas laga nanti adalah lebih melihat pemahaman pemain terhadap strategi tim.
Menang atau kalah di Stadion Segiri menjadi nomor berikutnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/subangkit_20170210_191949.jpg)