Laporan Humas Polres Batang

Sebelum Dilantik Jadi Anggota Polri, 49 Siswa SPN Latihan Kerja di Polres Batang

Sebanyak 49 siswa bintara Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Purwokerto melaksanakan latihan kerja seminggu di Polres Batang.

Sebelum Dilantik Jadi Anggota Polri, 49 Siswa SPN Latihan Kerja di Polres Batang
tribunjateng/humas polres batang
Sebanyak 49 siswa bintara Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Purwokerto melaksanakan latihan kerja seminggu di Polres Batang.

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Sebanyak 49 siswa bintara Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Purwokerto melaksanakan latihan kerja seminggu di Polres Batang.

Guna suksesnya pelaksanaan latihan kerja tersebut, Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, memberikan pencerahan bertempat di Rupatama Polres Batang, kemarin.

Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian akhir tahapan pendidikan sebelum dilantik menjadi anggota Polri, dan pada latihan kerja inilah mereka mengimplementasikan ilmu yang didapat selama mengikuti pendidikan di SPN.

"Tujuan latja sama, baik tamtama, bintara maupun akpol yaitu memberikan pengabdian kepada masyarakat, dimana pembulatan apa yang sudah dipelajari untuk dicoba diterapkan dengan praktek di lapangan," kata Kapolres.

Kapolres mengapresiasi karena di sekolah tempat ditempa, jika sudah di lapangan akan bertanggungjawab pada tugas masing masing dan bila terjadi kesalahan atau penyimpangan dalam pelaksanaannya, pimpinan akan memberikan tindakan berbentuk teguran (ringan/keras) ataupun tindakan disiplin.

"Polisi bergerak single fighter sehingga setiap pribadi harus punya kemampuan, kecuali tugas tugas tertentu yang dilaksanakan secara kelompok misalnya patroli roda 4 dan lainya sesuai SOP," beber Kapolres.

Kapolres menuturkan, dalam latihan kerja ini mereka juga didampingi oleh mentor yang akan membimbing mereka.

Diharapkan, teguran atau koreksi dari senior dan pimpinan pada saat pelatihan kerja dijadikan sebagai pelajaran lapangan yang berharga, karena penerapan teori di lapangan belum tentu sama dengan memperhatikan situasi.

"Cepat serap karena itu merupakan warna dalam mendidik," tuturnya.

Kapolres harap siswa segera menyesuaikan karakteristik wilayah jadikan pedoman hidup Tribrata dan Pedoman Kerja Catur Prasetya sejak sedini mungkin diterapkan dalam keseharian.

"Karena itu merupakan pembeda antara orang sekolah dengan yang tidak.
Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung," tegas Kapolres.

Kapolres menambahkan, perhatikan performance, jaga nama baik diri, kesatuan dan organisasi, hindari pelanggaran apalagi tindak pidana. (tribunjateng/humas polres batang)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved