Pengelola Wonderia Dideadline 6 Bulan Angkat Aset, Mau Dijadikan Apa, Ini Kata Hendi

Hendi berjanji melibatkan warga untuk berembug mengenai pemanfaatan lahan eks-Wonderia.

Pengelola Wonderia Dideadline 6 Bulan Angkat Aset, Mau Dijadikan Apa, Ini Kata Hendi
Tribun Jateng/Abdul Arif
Lokasi wisata Wonderia 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG --  Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi belum memikirkan pemanfaatan lahan bekas wahana permainan Wonderia. Taman hiburan di Jalan Sriwijaya itu disegel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kamis (16/2), karena pengelola tak kunjung membayar royalti.

"Begini, kami selalu menghargai dan menghormati perjanjian yang dilakukan pemimpin-pemimpin zaman dahulu. Tapi, saat perjanjian itu tak ditepati pihak ketiga yang dalam hal ini investor, kami harus bertindak," katanya di Semarang, Sabtu (18/2).

Menurut wali kota yang akrab disapa Hendi ini, pihaknya telah melayangkan peringatan sebanyak tiga kali. Pada peringatan pertama, Hendi mengatakan, pengelola berjanji menunaikan kewajiban. Namun, tak ditepati. Begitu pula saat peringatan kedua dan ketiga diberikan.

"Satu-satunya cara, karena kami mengelola uang rakyat dan diaudit BPK, ya, kami tegesin aja. `Maaf Pak, Bu, Anda sudah tidak bisa mengelola Wonderia lagi dan hutang sekian tolong dibayar`," kata orang nomor satu di Kota Semarang itu.

Mengenai pemutusan kontrak aset Pemkot Semarang dengan pengelola Wonderia, lanjut dia, sudah dilakukan. Tetapi, untuk proses hingga tuntas membutuhkan waktu karena pengelola masih memiliki aset-aset yang berharga di wahana bermain itu.

"Kalau soal putus kontrak, memang sudah putus. Tetapi, untuk apa ini itu, perlu waktu. Mereka masih punya aset di Wonderia, kami kasih waktu enam bulan untuk mengeluarkan aset-asetnya. Barangkali, mereka bisa menjual asetnya," katanya.

Setelah enam bulan ke depan, kata dia, baru akan dipikirkan mengenai pengelolaan aset bekas Wonderia tersebut yang sebelumnya pernah beredar kabar akan dibangun Trans Studio.

"Dulu (Trans Studio, red.), katanya tidak boleh. Ya, kira-kira pasnya buat apa. Kami akan lakukan semacam `polling`. Kalau maunya Trans Studio, ya, kami akan hubungi lagi. Ada juga yang ingin dijadikan gedung pertemuan," katanya.

Hendi berjanji melibatkan warga untuk berembug mengenai pemanfaatan lahan eks-Wonderia.

Satpol PP Kota Semarang menyegel Wonderia karena PT Semarang Arsana Rekreasi Trusta (Smart), selaku pengelola, belum membayar royalti, tunggakan royalti, pajak bumi dan bangunan (PBB), dan pajak.

Rinciannya, royalti belum dibayarkan sejak 2015 sebesar Rp 600 juta, denda royalti sebesar Rp 349,2 juta, kemudian tunggakan PBB sejak 2013 sebesar Rp 1,78 miliar, pajak hiburan sejak 2009 sebesar Rp 436,9 juta sehingga totalnya Rp 3,1 miliar. (ant/ira)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved