Dinsos Kota Semarang Adakan Pelatihan Tata Boga di Sunan Kuning

Pelatihan akan diberlakukan secara bertahap. Tidak hanya pelatihan saja, namun pendampingan juga dilakukan oleh Dinsos Kota Semarang

Dinsos Kota Semarang Adakan Pelatihan Tata Boga di Sunan Kuning
Tribun Jateng/hesty imaniar
Pemilik Aneka Olahan kedelai Soyger, Feb Sihsia tengah memberikan materi cara pengolahan kedelai pada 30 peserta yang merupakan Pekerja Seks Komersial (PSK) Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning Semarang. Acara yang diadakan di Balai Kelurahan Kalibanteng Kulon itu diadakan lima hari kedepan oleh Dinas Sosial Kota Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Setidaknya ada 30 Pekerja Seks Komersial (PSK) Kawasan Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning Semarang mengikuti pelatihan keterampilan tata boga, khususnya pengolahan aneka makanan dari bahan kedelai.

Pelatihan tersebut digelar oleh Dinas Sosial Kota Semarang, yang bekerjasama dengan Lentera ASA, serta Soyger yang merupakan salah satu produk aneka olahan kedelai dari industri rumahan.

Dikatakan pemilik Soyger sebagai trainer (pembicara/pelatih) pelatihan itu, Feb Sihsia, aneka olahan kedelai merupakan satu di antara beberapa jenis panganan yang mudah dibikin.

Selain itu, proses pembuatannya pun tidak memerlukan banyak tenaga orang.

“Sehingga aneka olahan dari kacang kedelai ini sangat cocok kita bekalkan kepada teman-teman PSK disini, agar nantinya jenis olahan kedelai ini mampu menjadi usaha awal mereka, agar mereka bisa berhenti dari kegiatannya selama ini di Sunan Kuning,” katanya saat ditemui oleh Tribun Jateng di Kantor Balai Kelurahan Kalibanteng Kulon, Senin pagi (20/2/2017).

Feb menambahkan, hanya cukup modal yang tidak banyak, olahan kedelai tersebut bisa untuk segera digeluti oleh peserta pelatihan dengan tema “Membangun Kepedulian Mewujudkan Kemandirian” tersebut.

Dimana dengan memulai berbisnis secara kecil, contoh yang dikatakannya, membuat tahu, dan kecap bisa mengawali langkah kemandirian PSK tersebut nantinya.

“Hanya tinggal membeli mesin, atau sepaket alat pengolahan kedelai, sekitar Rp 7,5 juta, mereka bisa mengawali usaha baru ini, dimana dengan mampu mengolah berbagai aneka olahan kedelai, mampu membuat peserta pelatihan lima hari kedepan mampu menjadi wanita yang mandiri, dan bisa hidup normal seperti masyarakat lainnya kelak. Bahkan, harapannya bisa keluar dari lokalisasi ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Lentera ASA, Ari Istiyadi sebagai relawan, menyampaikan, jika tiga konsep yang disampaikan di pelatihan tersebut dari Dinsos Kota Semarang merupakan langkah yang harus terus didukung dan dijalankan di lokalisasi ini.

“Kami melihat tiga konsep yang disampaikan, yakni kesehatan, pengamanan, dan pengentasan diharapkan mampu segera memberikan langkah baik bagi pekerja seks disini, untuk segera keluar dari lingkungan ini. Hal ini merupakan langkah bijak dari pemerintah, dimana pemerintah tidak hanya menggusur atau memulangkan mereka ke tempat asal, namun memberikan pembekalan berupa pelatihan, agar nantinya kemampuan yang diberikan dari pelatihan bisa digunakan oleh 488 PSK di lokalisasi ini kedepan,” bebernya.

Pelatihan yang digelar mulai 20-24 Februari 2017 ini, dikatakan Sekretaris Dinas Sosial Kota Semarang, Joko Rakito diharapkan akan muncul semangat baru serta pemikiran dari peserta yang merupakan PSK di Sunan Kuning ini.

“Harus ada perubahan yang ditempuh oleh warga disini, dengan adanya pelatihan tata boga lima hari ini, bisa membuat mereka ada pemikiran baru untuk segera keluar dari lokalisasi. Nantinya tidak hanya pelatihan tentang tata boga saja, namun ada pelatihan lainnya yang kami harapkan mampu membuat 3 tahun depan Semarang bebas lokalisasi,” ucapnya.

Pelatihan akan diberlakukan secara bertahap, tidak hanya pelatihan saja, namun pendampingan  juga dilakukan oleh Dinsos Kota Semarang.

“Kemudian adalah pemasaran, bagaiman produk-produk yang diproduksi oleh warga resosialisasi di Semarang ini bisa dipasarkan dengan baik, sehingga mampu menjadi sebuah penopang kehidupan yang baru bagi mereka. Untuk itu kami akan terus melakukan upaya, misalnya menjalin kerjasama dengan toko dan pasar, agar produk mereka ini bisa dipasarkan dengan luas,” pungkasnya. (*)

Penulis: hesty imaniar
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved