Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ada Proyek Flyover dan Perbaikan Jalan, Truk yang Masih Melintas di Jalur Tengah Bikin Macet

Pihak kepolisian pun melakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan di jalur penghubung jalur selatan dan pantura tersebut.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: a prianggoro
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Sejumlah pekerja proyek flyover Klonengan Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal lembur bekerja hingga malam hari. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SLAWI- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) tengah membangun empat flyover di jalur tengah Jawa Tengah di Kabupaten Brebes dan Tegal.

Dua flyover dibangun di Brebes yakni di Dermoleng Kecamatan Ketanggungan dan Kretek Kecamatan Paguyangan. Sementara, di Kabupaten Tegal di Kesambi dan Klonengan, Kecamatan Margasari.

Pihak kepolisian pun melakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan di jalur penghubung jalur selatan dan pantura tersebut.

Satlantas Polres Tegal dan Brebes melarang truk dengan sumbu roda lebih dari dua melintas di jalur tersebut.

Meskipun demikian, truk bersumbu roda lebih dari dua tetap melintas di jalan nasional tersebut. Akibatnya, tidak jarang terjadi kemacetan di jalur tersebut.

"Ada proyek flyover, ada proyek perbaikan jalan. Sehinga, kendaraan melaju satu- satu. Eh truk besar masih melintas, jadinya kan macet," kata seorang warga Kecamatan Bumiayu, Brebes, Anwar Nur Syamsi (29) yang sering melintas di jalur tersebut.

Ia mengatakan pernah berpas- pasang dengan truk besar yang terperosok di jalan yang tengah diperbaiki atau dicor. Sehingga, ia mengambil jalan pintas lain dari Tegal menuju rumahnya.

Berdasarkan pantauan, perbaikan jalan dilakukan di sejumlah titik. Di antaranya di Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Brebes dan Desa Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari Kabupten Tegal. Jalan tersebut sebelumnya rusak parah.

Sementara, Kasatlantas Polres Brebes, AKP Arfan Zulkhan Sipayung mengatakan pihaknya sudah mengusulkan ke Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Jateng dan Ditlantas Polda Jateng agar jalan nasional kelas satu itu hanya boleh dilewati truk barang dengan maksimal muatan delapan ton.

"Hanya kendaraan barang maksimal muatan delapan ton dan panjang dimensi sembilan meter yang boleh melintas di jalur tersebut. Untuk kendaraan bermuatan lebih dari itu, kami tegaskan tidak boleh melintas," jelasnya.

Pihaknya, juga telah memasang papan pemberitahuan agar truk bermuatan lebih dari delapan ton serta bersumbu roda lebih dari dua dilarang melintas. Papan tersebut dipasang di titik strategis sebelum memasuki jalur tersebut, misalnya di Pejagan Kabupaten Brebes, dan Ajibarang Kabupaten Banyumas.

Kendaraan berat dari arah Jakarta yang akan menuju Purwokerto dan Jogja akan melihat papan tersebut saat di Pejagan, baik itu lewat tol maupun jalan arteri pantura. Sehingga, kendaraan berat dialihkan ke pantura. Sementara, kendaraan yang dari arah Purwokerto dan Jogja akan dialihkan ke jalur selatan melalui Ajibarang, Banyumas.

"Kami melaksanakan rekayasa lalu lintas tersebut agar pembangunan flyover, perbaikan jalan di jalur nasional itu dapat berjalan dengan lancar dan sesuai target," ujarnya.

Ia juga mengaku pihaknya dengan kerjasama Satlantas Polres Tegal telah menempatkan petugas piket yang mengatur rekayasa lalu lintas buka tutup jika terjadi kemacetan akibat proyek flyoer dan perbaikan jalan.

"Ada pembangunan proyek flyover yang masuk wilayah hukum Polres Tegal dan Polres Brebes. Selain itu, adanya perbaikan jalan ambles di Ciregol dan jalan berlubang di beberapa titik. Sehingga, pengemudi diharapkan selalu waspada dan hati-hati," imbuhnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved