Kenapa Tempat Pengepakan Rokok Ilegal di Gang Buntu? Begini KPPBC Kudus Bongkar Rahasianya

Kenapa Tempat Pengepakan Rokok Ilegal di Gang Buntu? Begini KPPBC Kudus Bongkar Rahasianya. Baru saja mengamankan total 1.724.180 batang rokok ilegal

Kenapa Tempat Pengepakan Rokok Ilegal di Gang Buntu? Begini KPPBC Kudus Bongkar Rahasianya
tribunjateng/yayan isro roziki
Kenapa Tempat Pengepakan Rokok Ilegal di Gang Buntu? Begini KPPBC Kudus Bongkar Rahasianya. Petugas KPPBC Kudus menunjukkan sebagian barang bukti hasil penindakan peredaran rokok ilegal, Selasa (21/2) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Tim dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kudus, kembali melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal.

Dari empat penindakan terakhir, KPPBC Kudus berhasil‎ mengamankan total 1.724.180 batang rokok ilegal, jenis sigaret kretek mesin (SKM), 852 kilogram tembakau iris (Tis), serta 915 keping pita cukai palsu.

Kepala KPPBC Kudus, Suryana, mengatakan total perkiraan nilai barang dari empat hasil penindakan terakhir mencapai Rp 2.165.426.600. Sementara, total potensi kerugian negara mencapai Rp 1.238.434.052.

"Kami terus mengintensifkan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal. Dengan ini, ruang bagi perkembangan produsen rokok yang legal‎ akan terbuka," ucapnya, Selasa (21/2).

Kepala Seksi Inteljen dan Penindakan (Kasi) Inteldak KPPBC Kudus, Broto Setia Pribadi, mengatakan empat penindakan terakhir dilaksanakan dalam rentang waktu sepekan kemarin. Menurut dia, tiga penindakan terakhir berlokasi diKecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.

"Awalnya, kami mendapat informasi adanya pengiriman rokok ilegal, setelah kami telusuri dan berhasil‎ mengamankan rokok ilegal bersama sarana pengangkut, didapati informasi lebih lanjut bahwa pengepakan rokok ilegal itu ada di tiga unit bangunan berbeda yang ada di Kecamatan Kalinyamatan," terangnya.

Ditambahkan, kendati telah sering melaksanakan penindakan, selalu terdapat perlawanan dari para pelaku usaha rokok ilegal. Dalam penindakan terakhir, ujar dia, perlawanan yang ada cukup alot.

"Saat mobil petugas hendak keluar, tiba-tiba ada seorang perempuan yang memarkirkan motornya, tepat di belakang mobil tersebut. Sementara, untuk melaju ke arah depan tak memungkinkan, karena jalan buntu," imbuhnya.

Disampaikan, tempat pengepakan atau aktifitas lain terkait rokok ilegal belakangan ini, biasanya di sebuah bangunan yang berada di jalan atau gang buntu. Menurut dia, hal ini guna memudahkan mereka dalam memantau kedatangan ‎petugas atau orang yang dicurigai.

Ditandaskan, hingga saat ini, per tahun 2017 pihaknya telah melaksanakan 12 kali penindakan. Dari sejumlah penindakan itu, pihaknya total dapat mengamankan 3.408.480 batang rokok ilegal, serta 852.000 gram tembakau iris.

"Total perkiraan nilai barang mencapai Rp 4.058 miliar, sementara total potensi kerugian negara sekitar Rp2,410 miliar," tandas Broto. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved