Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemerintah Diharap Manfaatkan Kedatangan Raja Salman untuk Lobi Kuota Haji

pengembalian kuota haji untuk Indonesia sejumlah 211 ribu orang ditambah 10 ribu orang tahun ini, merupakan jatah sebelum adanya perluasan komplek.

Penulis: m nur huda | Editor: a prianggoro
Al Bawaba
Pangeran Arab Saudi, Mohammad Bin Salman 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rencana kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia dengan membawa rombongan besar pada 1-9 Maret 2017 mendatang, diharapkan pemerintah memanfaatkannya untuk bernegosiasi mengenai kuota haji.

Menurut Sekretaris Komisi A DPRD Jateng, Ali mansyur HD, pengembalian kuota haji untuk Indonesia sejumlah 211 ribu orang ditambah 10 ribu orang tahun ini, merupakan jatah sebelum adanya perluasan komplek Masjidil Haram.

Setelah komplek Masjidil Haram kini sudah luas, maka sudah semestinya ada evaluasi. Indonesia perlu berkomunikasi dengan sejumlah negara berpenduduk Islam melalui Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Mengingat animo masyarakat Indonesia untuk beribadah haji sangat besar.

"Sudah saatnya pemerintah dalam hal ini Menteri Agama mengusulkan. Pemerintah Saudi harus bijaksana dalam melihat animo masyarakat Islam Indonesia," katanya, Kamis (23/2/2017).

Mansyur yang pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2016 lalu menjadi Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD) Jateng, mengatakan, jika mengacu pada pelaksanaan haji tahun lalu, ada kuota untuk negara lain yang tersisa banyak, bahkan tiap tahunnya. Maka peluang tersebut dapat dialihkan untuk Indonesia.

Jika ada penambahan kuota lebih besar lagi, kata Mansyur, maka masa tunggu untuk calon jemaah haji yang kini mencapai 23 tahun untuk Jawa Tengah, dapat dipercepat.

"Intinya, kehadiran Raja Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia, harus benar-benar dimanfaatkan untuk bisa melobi. Sehingga kehadirannya benar-benar ada dampak manfaat untuk masyarakat," tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Agama telah mengumumkan jumlah kuota haji yang akan diberangkatkan pada tahun 2017 ini. Untuk Jawa Tengah, sejumlah 30.479 orang dan 254 orang di antaranya adalah Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD).

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kanwil Kemenag Jateng, Noor Badi mengatakan, adanya pengembalian kuota haji dan penambahan 10 ribu dari Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, tentu mengurangi masa tunggu calon jemaah haji, namun tidak banyak.

Sebelum adanya pengembalian kuota, untuk Jateng yang akan diberangkatkan tahun ini sejumlah 23.717 orang. Adanya pengembalian kuota aslinya yakni sejumlah 29.657 orang dan penambahan, untuk Jateng tahun ini menjadi 30.479 orang.

"Pengembalian dan penambahan kuota ini tentu bisa mengurangi masa tunggu, tapi tidak banyak, tidak sampai bertahun-tahun, paling hanya berkurang setahun," katanya.

Namun untuk calon jemaah haji yang nomor urut keberangkatannya masuk dalam daftar tunggu di urutan awal untuk kuota 2018 atau di urutan sampai 6.762, maka dapat dipastikan akan berangkat haji tahun 2017 ini.

"Semua berdasar waktu pendaftaran. Kalau yang di urutan atas untuk tahun 2018 kemungkinan besar bisa tahun ini, kalau yang di belakang ya tetap masih lama, tidak sampai berkurang setahun. Apalagi yang baru daftar akhir-akhir ini, tetap masih menunggu lama," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved