Ada Kirab Ruwat Bumi di Salatiga Senin Besok, Ini Rute Arak-arakannya
Pengurus Kelenteng Hok Tek Bio memberikan kesempatan kepada masyarakat yang hendak memberi angpao.
Penulis: deni setiawan | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma Hok Tek Bio Kota Salatiga menggelar prosesi rutin Hari Kebesaran Dewa Bumi, besok Senin (27/2/2017).
Prosesi utamanya adalah Kirab Ruwat Bumi dan Tolak Balak kelilingi beberapa jalan protokol di Kota Hati Beriman itu. Tujuan kirab itu, menurut pengurus setempat, untuk keselamatan, kedamaian, serta keutuhan NKRI.
Adapun rute yang bakal ditempuh dalam kirab tersebut yakni dimulai dari halaman Klenteng Hok Tek Bio di Jalan Letjend Sukowati, bergerak ke Lapangan Pancasila, Jalan Merbabu, Jalan Merapi, Jalan Ahmad Yani.
Lanjut ke arah Jalan Pemotongan, Jalan Moh Yamin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Patimura, kembali ke Jalan Jenderal Sudirman, Pertigaan Mrican, Jalan Letjend Sukowati, dan berakhir lagi di halaman Klenteng Hok Tek Bio.
Mendengar informasi kirab yang dijadwalkan dimulai pukul 10.00 tersebut, Didik Sucahyono (39), warga Blotongan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga tak bersabar untuk menyaksikan kegiatan kirab yang seakan-akan telah menjadi hiburan tersendiri bagi warga Salatiga.
"Setahu saya baru saat ini ada kirab budaya. Sebelumnya atau di tahun lalu cuma parade barongsai dan liong di depan kelenteng. Yang paling senang anak saya. Dan semoga besok bisa menghibur masyarakat pasca pilkada," ujar bapak dua anak itu kepada Tribun Jateng, Minggu (26/2/2017).
Tetapi, Tri Setiyono (42) cukup menyayangkan kegiatan itu dilaksanakan pada hari aktif beraktivitas. Padahal kedua anaknya sangat senang ketika ada penampilan barongsai, terlebih lagi turut berkeliling kota.
"Kedua anak saya di jam segitu masih sekolah. Coba kalau dilaksanakan Minggu, pasti bakal nonton. Tahun lalu saja anak saya sampai berikan angpao di sela-sela atraksi barongsai. Itu yang bikin menarik dari kegiatannya, yakni memberikan angpao," ucap pria warga Sidomukti Kota Salatiga itu.
Sesuai yang diinformasikan, pengurus klenteng tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat yang hendak memberikan angpao. Ada kesempatan khusus yakni setelah pelaksanaan kirab selesai atau sesampainya di halaman kelenteng. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-kirab-budaya_20170226_182536.jpg)