Breaking News:

Gubernur Jateng Raih Penghargaan BPOM Award

Gubernur Jateng raih penghargaan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Award, di Balai Kartini Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Penulis: m nur huda | Editor: iswidodo
tribunjateng/m nur huda/ist
BPOM Award - Deputi III BPOM RI, Suratmono menyerahkan penghargaan BPOM Award untuk Gubernur Jateng yang diwakili Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, di Balai Kartini Jakarta, Selasa (28/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Gubernur Jateng raih penghargaan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Award. Penghargaan diberikan atas komitmen Gubernur dalam membina Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) maupun obat tradisional, serta komitmen pada pengawasan obat dan makanan ilegal.

Penghargaan diserahkan Kepala BPOM RI, Penny K Lukito, melalui Deputi III BPOM RI, Suratmono kepada Gubernur Jateng yang diwakili Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, di acara inovasi kerja dalam rangka Gerakan Nasional Peduli Obat dan Pangan Aman (GNPOPA) di Balai Kartini Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Melalui siaran persnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jateng, Dadang Somantri menyampaikan, penghargaan ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-16 Badan POM.

Selama ini, lanjutnya, banyak kegiatan yang dilakukan Pemprov untuk menunjang pembinaan maupun pengawasan obat dan makanan illegal.

Antara lain penyelenggaraan pelatihan tenaga District Food Inspector (DFI) dan Penyuluh Keamanan Pangan (PKP) untuk petugas di 35 kabupaten/ kota se-Jawa Tengah, pembinaan kepada UMKM pangan dan obat tradisional dalam Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RADPG).

"Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Koperasi dan UKM juga rutin melakukan pembinaan terhadap UMKM di provinsi ini. Untuk lebih memudahkan pembinaan, kami juga mendirikan UMKM Center dan mendorong terbentuknya UMKM Center di seluruh kabupaten/ kota," jelas Dadang.

Tak hanya itu, pengembangan teknologi pangan didorong dengan pendirian technopark di bawah pendampingan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Pendirian technopark tersebut sekaligus untuk meningkatkan mutu pangan dengan pengolahan bahan lokal.

Yang menonjol, kata Dadang, Pemprov Jateng dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang bersinergi memberikan respon cepat pada permasalahan obat dan makanan. Termasuk, melalui media elektronik.

Pemberantasan obat dan makanan ilegal pun terus dilakukan, dengan mengoptimalkan Satgas Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal Provinsi Jawa Tengah.

"Keamanan pangan memang menjadi salah satu fokus perhatian kami. Di samping pengawasan dan tindakan, sosialisasi terus kami lakukan untuk mengenalkan pangan aman dan sehat kepada masyarakat, termasuk anak sekolah yang rentan menjadi sasaran penjual makanan bermasalah," tegasnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved