Breaking News:

Pengamat Ekonomi: Pemberlakuan Jalan Pemuda Jadi Satu Arah Perlu Ditinjau Ulang

Pemberlakuan jalan satu arah di Jalan Pemuda dan Jalan MH Thamrin di Kota Semarang perlu ditinjau ulang karena banyaknya pelaku bisnis di sana

Penulis: raka f pujangga | Editor: iswidodo
tribunjateng/dok
Hari Jumat sore, 18 November 2016 Tribunjateng.com menyempatkan diri bikin video pantauan lalulintas di Jalan Pemuda Kota Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemberlakuan jalan satu arah di Jalan Pemuda dan Jalan MH Thamrin di Kota Semarang perlu ditinjau ulang karena banyaknya pelaku bisnis yang berada di sana.

Pengamat ekonomi Universitas Katolik Soegijapranata, Prof Andreas Lako mengatakan,
saat ini, wajar jika penurunan respons sesaat dari masyarakat karena perubahan jalur tersebut.

Namun jika jalan searah itu menyebabkan penurunan terus menerus terhadap kegiatan ekonomi, maka perlu dipertimbangkan ulang.

"Ini masih diujicoba sebulan, lalu dievaluasi. Jika selama dua bulan dan tiga bulan berikutnya pengusaha terkena dampaknya terus merosot, jalan searah harus dipertimbangkan," jelas Lako, Selasa (28/2/2017).

Dia menjelaskan, pemberlakuan jalan searah jangan hanya mempertimbangkan faktor kemacetan yang terjadi di Kota Semarang saja.

Namun juga harus mempertimbangkan sejumlah pelaku ekonomi yang menggantungkan hidupnya di sana.

"Jangan hanya mempertimbangkan kemacetan jalan saja, tapi juga pusat ekonomi yang ada di sana," jelas dia.

Dia menilai, jalan searah membuat orang yang mau mencari makan di sekitar lokasi itu juga mengeluarkan biaya yang lebih tinggi karena harus memutar lebih jauh.

"Misalnya mau ke carrefour yang dulunya dekat, sekarang harus memutar jauh. Banyak warung makan yang jualan, minimarket itu juga harus diperhitungkan," jelas dia.

Kendati demikian, Andreas mengaku setuju dengan pemberlakuan jalan searah. Namun tidak untuk Jalan Pemuda yang sudah didesain untuk dua arah.

Ditambahlagi, banyak juga pelaku ekonomi yang terkena dampaknya dari penerapan jalan searah.

"Jalan Pemuda itu misalnya sejak awal sudah didesain dua arah. Saya melihat memang urgensinya belum satu arah," jelas dia.

Dikabarkan, pengusaha logistik di Kota Semarang sudah terkena imbasnya terhadap penerapan jalan satu arah yang menyebabkan kinerjanya turun hingga 30 persen. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved