Warga Miskin di Jateng akan Dapat Bantuan Ayam Kampung, Siapa Mau?
Pemerintah Provinsi Jateng di tahun 2017 ini, akan memberikan bantuan ternak unggas lokal atau ayam kampung kepada keluarga miskin di 15 kabupaten
Penulis: m nur huda | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebagai salah satu upaya optimalisasi penanggulangan kemiskinan, Pemerintah Provinsi Jateng di tahun 2017 ini, akan memberikan bantuan ternak unggas lokal atau ayam kampung kepada keluarga miskin di 15 kabupaten di Jateng.
Yakni di Kabupaten Grobogan, Demak, Kendal, Kabupaten Semarang, Batang, Jepara, Temanggung, Sragen, Wonogiri, Blora, Wonosobo, Banjarnegara, Pati, Rembang, dan Boyolali.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng, Agus Wariyanto mengatakan, program yang dibiayai APBD Jateng ini adalah yang pertama kali dibuat oleh Pemprov, dan rencananya akan berjalan selama tiga tahun ke depan.
"Program ini adalah penanggulangan kemiskinan berbasis usaha peternakan, komoditasnya adalah unggas ayam lokal unggul atau ayam kampung, dan diberikan ke 15 kabupaten di Jateng yang masuk kategori miskin," katanya, Selasa (28/2/2017).
Ia menjelakan, penerimanya adalah keluarga miskin yang ada di 15 kabupaten tersebut. Tiap kabupaten, akan diambil satu desa, dan di desa tersebut diambil 100 keluarga sebagai penerima bantuan ayam kampung. Tiap keluarga akan menerima empat ekor ayam betina, dan satu ekor ayam jantan.
"Tahun ini diambil 100 keluarga di satu desa, kemudian tahun berikutnya 100 keluarga dengan penerima berbeda juga di desa itu, dan tahun ketiga juga 100 keluarga berbeda di desa yang sama," katanya.
Kenapa unggas yang dipilih adalah ayam kampung, menurut Agus, karena ayam jenis ini sudah familiar dengan masyarakat di desa. Selain itu juga memiliki pasar berbeda dengan ayam ras, dan ayam kampung rata-rata pasarnya adalah menengah ke atas.
"Selain empat ekor betina dan satu ayam jantan, kita juga nanti memberikan pakan dan obat-obatan, sebab ayam kan biasanya rentan dengan penyakit," ujarnya.
"Kita inginnya ke depan tak hanya ayam kampung tapi juga itik. Dan tahun ini, realisasinya diperkirakan Agustus 2017 mendatang, saat ini masih dipersiapkan ayamnya, identifikasi penerima, dan sebagainya," sambung Agus.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-warga-miskin-di-jawa-tengah_20170228_183600.jpg)