Breaking News:

Aisyah Pakai Rompi Antipeluru ke Ruang Sidang Kasus Pembunuhan Kim Jong Nam

Aisyah Pakai Rompi Antipeluru ke Ruang Sidang Kasus Pembunuhan Kim Jong Nam di Pengadilan Tingkat Pertama Sepang, Malaysia, Rabu (1/3).

Editor: iswidodo
afp
Aisyah Pakai Rompi Antipeluru ke Ruang Sidang Kasus Pembunuhan Kim Jong Nam di Pengadilan Tingkat Pertama Sepang, Malaysia, Rabu (1/3). 

TRIBUNJATENG.COM, KUALA LUMPUR - Tiba dalam kondisi tenang dan khidmat, dua perempuan muda yang dituduh mengoleskan gas saraf VX kepada Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, didakwa pasal pembunuhan di Pengadilan Tingkat Pertama Sepang, Malaysia, Rabu (1/3).

Tersangka asal Serang, Banten, Siti Aisyah (25), dan tersangka asal Vietnam, Doan Thi Huong (29), tiba di kompleks Pengadilan Sepang dalam pengawalan ketat pasukan khusus Polis Diraja Malaysia (PDRM) yang mengenakan topeng dan membawa senapan mesin.

Siti Aisyah yang mengenakan t-shirt merah dan jeans biru mengangguk ketika penerjemahnya mengatakan kepadanya, "Anda yang dituduh membunuh seorang warga Korea Utara di ruang keberangkatan dari Bandara Internasional Kuala Lumpur?"

Tersangka lainnya, Doan Thi Huong, datang ke pengadilan dengan mengenakan kaus kuning dan celana jins biru. Rambutnya dicat pirang.

Sama seperti kala dibawa masuk ke dalam kompleks pengadilan, begitu pula saat dibawa ke luar, Siti Aisyah dan Doan Thi Huong terlihat dipakaikan rompi antipeluru berwarna hitam. Kedua tangan mereka diborgol.

Rabu kemarin, dua terdakwa pembunuh Jong Nam, Siti Aisyah dan dan Doan Thi Huong (29), warga negara Vietnam, mulai menjalani persidangan terkait kasus pembunuhan Kim Jong Nam, Rabu kemarin. Polis Diraja Malaysia (PDRM) melakukan penjagaan ketat persidangan. Sedikitnya 199 personel polisi diterjunkan, bahkan dua terdakwa dikawal polisi antiteror berpenutup muka dan membawa senjata laras panjang.

Terancam hukuman mati di Malaysia, Siti Aisyah (25), warga Serang, Banten, mengaku tidak bersalah terkait tewasnya Kim Jong Nam, putra tertua mantan penguasa Korea Utara, Kim Jong Il. "Dia menolak. Dia menolak. Dia mengatakan tidak bersalah," tegas Selvam Shanmugam, penasihat hukum Siti Aisyah, dari Firma Hukum Gooi Soon Seng, di Sepang, Malaysia, Rabu (1/3).

Siti Aisyah mengatakan, ia dijebak sebuah sindikat yang pura-pura mengajak mengikuti sebuah acara reality show lelucon di televisi. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia menunjuk Firma Hukum Gooi Soon Seng untuk mendampingi Siti Aisyah.

Pengacara Huong juga mengatakan, kliennya mengaku tidak bersalah. "Dia membantah. Dia bilang tidak bersalah. Tentu saja dia tertekan karena menghadapi hukuman mati," kata Selvam, yang juga pengacara Doan Thi Huong.

Seorang pria Korea Utara yang diidentifikasi polisi sebagai Ri Jong Chol, masih ditahan polisi dan belum didakwa. Polisi sudah mengidentifikasi tujuh warga Korea Utara lain yang diduga terlibat dalam perkara pembunuhan itu, termasuk diplomat di Kedutaan Besar Korea Utara di Malaysia.

Di tengah ketegangan diplomatik antara kedua negara, delegasi pejabat tinggi Korea Utara tiba di Kuala Lumpur, Selasa (28/2) lalu, untuk mengupayakan pembebasan warganya dan penyerahan jenazah korban pembunuhan. Korea Utara mengakui korban adalah warganya, tetapi tidak mengakui korban sebagai kakak tiri Kim Jong‑un.

Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur, Andreano Erwin, mengatakan, Siti Aisyah didampingi lima penasihat hukum. Andreano percaya, pada pengadilan Malaysia yang memberikan perlakuan hukum yang sama pada setiap orang.

Andreano mengatakan, saat sidang dia sempat berkomunikasi sebentar dengan Siti Aisyah. "Kami sampaikan kepada Siti agar siap‑siap kalau proses yang dia akan lalui cukup panjang sehingga perlu menjaga kesehatan dan salat lima waktu agar lebih tenang. Sepanjang yang saya tahu, dia sehat," katanya. (tribunjateng/cetak/nst/mal/ant)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved