BRT Aglomerasi Koridor Tawang - Bawen Bakal Beroperasi Bulan Juli
Dia menjelaskan BRT Aglomerasi akan dibagi ke dalam tiga koridor yakni koridor satu Tawang (Kota Semarang) - Bawen (Kabupaten Semarang), koridor dua
Penulis: suharno | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN -- Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Orang Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang, Wahyu Jatmiko mengatakan Bus Rapid Trans (BRT) aglomerasi (penghubung antar daerah) akan dioperasikan mulai tahun ini.
Dia menjelaskan BRT Aglomerasi akan dibagi ke dalam tiga koridor yakni koridor satu Tawang (Kota Semarang) - Bawen (Kabupaten Semarang), koridor dua Semarang - Kendal, dan koridor tiga Semarang - Gubug (Grobogan).
"Untuk BRT aglomerasi koridor satu Tawang - Bawen rencananya akan dilaunching pada bulan Juli 2017 di Bawen," ujar Wahyu.
Wahyu menambahkan jika pengelolaan jumlah armada BRT aglomerasi koridor satu yang dikirim pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Tengah yakni 18 bus.
"Dari 18 bus tersebut nantinya Kabupaten Semarang akan mengelola dan melakukan perawatan kepada 10 bus, sedangkan sisanya atau delapan bus dikelola Kota Semarang," sambungnya.
Terkait pengelolaan BRT tersebut, Wahyu mengatakan akan dikelola langsung oleh pengusaha yang tergabung dalam organisasi angkutan darat (Organda) Kabupaten Semarang.
"Sebelumnya akan direncanakan dikelola oleh Damri (Djawatan Angkoetan Motor atau perusahaan angkutan darat milik pemerintah) tetapi akhirnya kami serahkan ke pengusaha Organda dalam wadah koperasi, sehingga harapan kami para pengusaha organda bisa beralih ke BRT," ungkapnya.
Koperasi perusahaan Organda Kabupaten Semarang yang dimaksud yakni Koperasi Mulya Orda Serasi.
Wahyu juga mengatakan untuk tarif BRT aglomerasi koridor satu Tawang - Bawen rencananya Rp 5.000 jarak dekat maupun jauh untuk umum dan pelajar Rp 2.500.
"Tetapi ini baru rencana dan masih dibahas. Dishub dari berbagai daerah dan Pemprov juga masih melakukan kajian untuk tiket terusan sehingga nanti kalau menyambung ke jurusan lain tidak membayar," paparnya.
Terkait jumlah bus yang masih minim yakni 18 armada, Wahyu mengatakan pastinya akan terjadi masa tunggu yang agak lama dan penumpukan penumpang.
Penumpukan penumpang tersebut juga bisa berdampak kepada padatnya penumpang di dalam bus ketika jam ramai lantaran ukuran bus yang medium dan terbatasnya jumlah tempat duduk.
"Untuk awalan memang baru 18 armada tetapi kedepannya akan ditambah menjadi 25 bus. Kami juga akan mengatur jadwal dengan BRT jurusan Terminal Sisemut karena masih aktif sehingga nantinya tidak bersamaan waktunya," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kereta-api-ka-kalijaga-stasiun-tawang_20150706_230123.jpg)