Antisipasi Kecelakaan Karambol, Hendi Batasi Jam Operasional Tronton saat Melewati Turunan Silayur

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, mengatakan selain pemasangan rambu, juga akan dipasang pita kejut dan lampu flash peringatan.

Antisipasi Kecelakaan Karambol, Hendi Batasi Jam Operasional Tronton saat Melewati Turunan Silayur
tribunjateng/dok
Hendi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG-Kecelakaan karambol kerap terjadi di Silayur, Ngaliyan. Dalam satu minggu sudah terjadi dua kali kecelakaan yakni pada Senin (27/2/2017) dan Kamis (2/3/2017). Diduga penyebab kecelakaan lantaran truk bermuatan lebih mengalami rem blong.

Jumat (3/3/2017) pagi, Dinas Perhubungan (Dishub) bekerjasama dengan Satlantas Polrestabes Semarang memasang rambu peringatan untuk mengantisipasi terulang kembali kecelakaan. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi hadir memantau pemasangan rambu bertuliskan "Turunan Tajam Pindah Gigi Rendah".

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, mengatakan selain pemasangan rambu, juga akan dipasang pita kejut dan lampu flash peringatan.

"Rambu, pita kejut, dan flashing dipasang agar para pengemudi khususnya pengemudi truk bertonase besar lebih berkonsentrasi melewati turunan Silayur yang cukup tajam,ujarnya.

Selain itu, Hendi membuat kebijakan baru membatasi jam operasional bagi truk bertonase lebih dari delapan ton melewati turunan Silayur mulai pukul 23.00 hingga pukul 04.00. Aturan ini berlaku Senin (6/3) mendatang. "Jalan Prof Hamka padat pemukiman.

Khusus truk bermuatan lebih delapan ton akan dibatasi jam operasional melewati turunan Silayur. Tapi untuk melewati tanjakan Silayur dari arah sebaliknya tidak dibatasi. Saya minta Dishub dan Satlantas untuk mengawasi pelaksanaannya," ujarnya.

Tak hanya itu, Hendi berencana menganggarkan pembuatan jalur penyelamatan pada APBD 2018.

"Saya perintahkan Dishun untuk membuat kajian dan Dinas Pekerjaan Umum untuk mencari lahan untuk jalur penyeleamatan. Karena butuh proses pembebasan lahan paling cepat dianggarkan di APBD Perubahan 2017 atau paling lambat di APBD 2018," ujarnya. (*)

Penulis: galih permadi
Editor: a prianggoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved