Kesaksian Korban Kecelakaan Silayur Ngaliyan: Saya Berteriak Allahu Akbar

"Saya sedang nyalip truk bawa batako. Tiba-tiba ada truk rem blong dari atas nabrak truk bawa batako. Saya teriak 'Allahu Akbar, Allahu Akbar'.

Kesaksian Korban Kecelakaan Silayur Ngaliyan: Saya Berteriak Allahu Akbar - hendi_20170303_150756.jpg
Tribun Jateng/Galih Permadi
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berbincang dengan korban kecelakaan di Silayur yang dirawat RS Permata MEdika, Jumat (3/3/2017).
Kesaksian Korban Kecelakaan Silayur Ngaliyan: Saya Berteriak Allahu Akbar - hendi_20170303_151113.jpg
Tribun Jateng/Galih Permadi
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berbincang dengan korban kecelakaan di Silayur yang dirawat RS Permata MEdika, Jumat (3/3).

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Jumat (3/3/2017), Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau akrab disapa Hendi menuju RS Permata Medika, Ngaliyan menjenguk korban kecelakaan karambol.

Seorang korban kecelakaan pada Kamis lalu, Namira Adityaningrum menceritakan saat kejadian ia berada di dalam bus.

“Saya tidak tahu, tiba-tiba bus ditabrak truk lalu terguling. Lalu penumpang ditolong dan dibawa ke rumah sakit," ujarnya kepada Hendi. Namira mengalami luka di tangan kiri dan terkena serpihan kaca.

Sementara itu, korban kecelakaan pada Selasa lalu, Sulistyo mengatakan jika saat kejadian sedang mengendarai motor.

"Saya sedang nyalip truk bawa batako. Tiba-tiba ada truk rem blong dari atas nabrak truk bawa batako. Saya teriak 'Allahu Akbar, Allahu Akbar'. Kaki saya tertimpa bak dan batako," ujarnya.

Tulang kaki kanan Sulistyo mengalami retak dan telah menjalani operasi. "Biaya perawatan ditanggung Jasa Raharja," ujarnya.

Hendi mengatakan biaya perawatan korban telah dijamin oleh Jasa Raharja. Namun demikian jika ada biaya yang tidak terkaver Jasa Raharja, biaya tersebut akan dikabarkan oleh Jamkesmaskot.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Direktur RS Permata Medika untuk penjaminan biaya perawatan oleh Pemkot Semarang. Nanti juga akan saya komunikasikan dengan RSUP Dr Kariadi. Korban tidak perlu khawatir soal biaya, saya harap fokus ke penyembuhan luka," ujarnya. (*)

Penulis: galih permadi
Editor: a prianggoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved