MPC Pemuda Pancasila Tanam 10.500 Bibit Pohon

Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Kendal menanam 10.500 bibit dalam gerakan menanam Kendal di Lapangan Bakti Gemuh Blanten

MPC Pemuda Pancasila Tanam 10.500 Bibit Pohon
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Bupati Kendal Mirna Annisa yang menanam pohon dalam gerakan tanam 10.500 bibit yang diadakan MPC Pemuda Pancasila Kabupaten di Lapangan Bakti Gemuh Blanten, Jumat, (3/03/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Kendal menanam 10.500 bibit dalam gerakan menanam Kendal di Lapangan Bakti Gemuh Blanten, Jumat, (3/03/2017).

MPO Pemuda Pancasila (PP), Mujib Rohmat, menjelaskan gerakan 10.500 bibit pohon merupakan bukti nyata PP untuk menjaga keasrian Kendal.
Dari 10.500 bibit terdapat 10 varietas tanaman baik buah maupun karst

"Saya berharap tiap kecamatan secara produktif menanam pohon dan menjaga keasrian, gerakan ini menjadi contoh untuk masyarakat," ujarnya.

Rohmat menyadari saat ini bencana banjir dan tanah longsor masih mengancam bernagai daerah, tidak terkecuali Kendal. Sehingga perlu ada perbaikan dari hulu ke hilir dengan penghijauan sehingga Kendal bisa bebas Banjit.

"Kasus banjir bandang di Sukorejo menjadi perhatian pemerintah juga memerlukan kesadaran masyarakat," terangnya.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kendal Ghufroni, menambahkan, gerakan menanam bibit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan lingkungan yang asri dan bersih dan mencegah bencana longsor.

"Untuk penanaman bibit di daerah rawan longsor seperti Gunung Prau di Sukorejo kami serahkan pada PAC Sukorejo, yang jelas kami akan komit plllmengadakan gerakan tanam bibit tiap tahun sekali," terangnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Mirna Annisa yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kegiatan yang juga merupakan CSR beberapa perusahaan.

"Kegiatan ini bagus sekali melihat femomena alam di Indonesia yang memerlukan perhatian lebih terutama beberapa tempat di kabupaten Kendal yang longsor sehingga diperlukan gerakan penanam krmbali atau penghijauan," terangnya.

(*)

Penulis: dini
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved