Kunjungan Raja Salman

TOLERANSI, Raja Salman Bertemu 28 Tokoh Lintas Agama di Indonesia

Raja Salman juga mengapresiasi kerukunan antar-umat beragama di Indonesia. Ini disampaikan di hadapan pemerintah Indonesia dan 28 tokoh lintas agama.

TOLERANSI, Raja Salman Bertemu 28 Tokoh Lintas Agama di Indonesia
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3/2017). Raja Salman yang tiba menggunakan pesawat Boeing 747SP disambut langsung oleh Presiden Joko Widodo kemudian menuju ke Istana Bogor untuk melakukan pertemuan. (TRIBUNNEWS/HERUDIN) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA- Raja Salman juga mengapresiasi kerukunan antar-umat beragama di Indonesia. Ini disampaikan di hadapan pemerintah Indonesia dan 28 tokoh lintas agama di tempat penginapan di Hotel Raffles, Jalan Prof. Dr. Satrio, Kuningan, Jumat (3/3) siang.

Pertemuan Raja Salman dengan tokoh-tokoh agama ini sangat istimewa karena dihadiri oleh 28 tokoh lintas agama, yakni sembilan tokoh agama Islam, empat tokoh agama Kristen Protestan, empat tokoh agama Kristen Katholik, empat tokoh agama Buddha, empat tokoh agama Hindu, dan tiga tokoh agama Konghucu.

Presiden Joko Widodo membuka dialog yang berlangsung selama satu jam tersebut. Perwakilan dari enam pemuka agama memberikan keterangan masing-masing mengenai kerukunan antar umat beragama.

Mereka yaitu, tokoh dari agama Islam, Prof Azyumardi Azra, dari agama Kristen Katolik, Mgr. Ignatius Suharyo Harjoatmojo, dari agama Kristen Protestan, Hanriette T. Hutabarat, dari agama Buddha, Suhadi Sanjaya, dari agama Hindu, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, dan dari agama Konghucu Uung Sendana.

Tokoh Nahdlatul Ulama, Zannuba Arriffah C. Rahman atau Yenny Wahid, mengatakan semua pemimpin agama diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan. Para pemuka agama mengapresiasi atas inisiatif ini dan menggaris bawahi pertemuan ini sangat historis.

"Bagi saya yang menarik dari pertemuan ini adalah pengakuan Raja Salman akan Kebhinekaan Indonesia. Itu menjadi salah satu yang paling monumental dari kebudayaan Indonesia sendiri karena beliau bersedia menerima para pemuka agama," ujar Yenny.

Presiden Joko Widodo (kanan) dan Raja Kerajaan Arab Saudi Raja Salman bin Addulazis Al-Saud (kiri) saat bertemu dengan sejumlah Tokoh Islam Indonesia di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (2/3).
Presiden Joko Widodo (kanan) dan Raja Kerajaan Arab Saudi Raja Salman bin Addulazis Al-Saud (kiri) saat bertemu dengan sejumlah Tokoh Islam Indonesia di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (2/3). (Kompas/Wisnu Widiantoro)

Di kesempatan itu, Raja Salman berkomitmen mengukuhkan hubungan antar agama. Selain itu, Penjaga Dua Kota Suci itu menekankan pentingnya dialog antar-umat beragama.

Presiden RI Joko Widodo mengatakan toleransi dan harmoni umat merupakan salah satu aset terbesar di Indonesia. Bagi Jokowi, hal ini adalah kontribusi nyata bagi perdamaian dunia.

Ia menilai, pertemuan itu berdampak global bagi Indonesia. Salah satunya negara ini dipandang mengedepankan toleransi negara, mempunyai budaya damai, dan bisa menghargai umat yang berasal dari minoritas.

"Jadi dari para pemuka agama, kami mengukuhkan harapannya pertemuan-pertemuan seperti ini bisa dilakukan. Sehingga bisa memupuk rasa persaudaraan antara sesama umat beragama dan bisa menghapus prasangka-prasangka di antara umat agama," kata anak Presiden Indonesia keempat, Abdurahman Wahid itu.

Halaman
123
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved