Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Inilah Lima Kecamatan di Kendal Yang Masuk Kawasan Kumuh

Koordinator Kota (Korkot) Kotaku Kabupaten Kendal, Tugimin mengatakan, penetapan wilayah tersebut sesuai dengan SK Bupati no 648.2/648/2014.

Penulis: dini | Editor: Catur waskito Edy
Dini Suciatiningrum

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL-- Lima kecamatan di Kabupaten Kendal masuk dalam wilayah pemukiman yang masih kumuh. Lima kecamatan tersebut yakni, Weleri, Kendal Kota, Kaliwungu, Rowosari, dan Brangsong.

Koordinator Kota (Korkot) Kotaku Kabupaten Kendal, Tugimin mengatakan, penetapan wilayah tersebut sesuai dengan SK Bupati no 648.2/648/2014.

"Lima wilayah tersebut jadi prioritas di luar daerah tersebug masuk dalam pencegahan sehingga diharapkan 2019 Kendal," jadi wilayah Kota Tanpa Kumuh (Kotaku)," terangnya saat acara pertemuan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di aula Gedung Dharmawanita, belum lama ini.

Tugimin menjelaskan program Kotaku merupakan agenda nasional sejak tahun 2014.

Secara nasional Ada 60 Kota atau Kabupaten yang masuk. Untuk wilayah Jawa Tengah terdapat 9 Kabupaten atau Kota yang menjadi target prioritas mendapat penanganan khusus Kotaku.

"Harapannya tahun ini Kendal bisa masuk target prioritas penanganan khusus Kotaku dari pusat," harapnya.

Tugimin memaparkan ada tujuh indikator kawasan dinyatakan kumuh atau tidak, yakni keteraturan bangunan, jalan lingkungan, penyediaan air bersih dan air minum, pengelolaan sampah, pengelolaan limbah, dan pengamanan kebakaran, serta ruang terbuka hijau.

Dari tujuh indikator tersebut, lanjut Tugimin, pengelolaan sampah, sanitasi, dan limbah masih menjadi permasalahan krusial yang belum teratasi dengan baik di Kabupaten Kendal.

Selain perlunya kesadaran, masyarakat juga harus memperhatikan penanganan sampah rumah tangga yang tiap hari menumpuk.

Untuk itu, dia menyarankan setiap desa memiliki bank sampah, sehingga sampah bisa dikelola dengan baik.

"Tidak sedikit warga kesulitan merasamembuang sampah, karena tempat penampungannya penuh. Sehingga, sampahnya seringkali tak terurus," terangnya.

Terpisah, Kabid Kawasan Permukiman pada Dispera-KP, M Yusuf Ariyanto, mengungkapkan, terkait penanganan sampah pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kami juga akan melibatkan berbagai pihak Paguyuban Bank Sampah untu pengelolaan sambah," imbuhnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved