Breaking News:

Masih Ingat Bekas Calon Wali Kota Sigit Ibnugroho? Gagal, Ia Bilang Kini Kegiatannya Menimbang Beras

Kekecewaan dalam pilkada pernah dialami bekas calon Wali Kota Semarang, Sigit Ibnugroho dan Soemarmo

Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Calon Wali Kota Semarang Sigit Ibnugroho Sarasprono bersama keluarga menuju TPS di Jalan Durian Kota Semarang, Rabu (9/12). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kekecewaan dalam pilkada pernah dialami bekas calon Wali Kota Semarang, Sigit Ibnugroho dan Soemarmo. Namun, keduanya telah melupakan kekalahan itu dan banyak belajar dari kekalahan dalam pilkada.

Mengenakan celana pendek biru dipadu kaus berkerah putih, Sigit Ibnugroho sibuk menimbang beras di garasi rumahnya di Jl Durian Utara III, Banyumanik, Kota Semarang. Ia membungkus beras per satu kilogram. "Habis pilwakot ya ini kegiatannya nimbang beras," seloroh Sigit pada Tribun Jateng, pekan lalu.

Ia bercerita, sedang sibuk mengembangkan usaha sembako murah untuk kader Partai Gerindra. Ketua DPC Gerindra Kota Semarang itu mengakui terjun menjadi calon wali kota, meskipun kalah, telah membuka matanya untuk berbuat sesuatu kepada masyarakat. Sebelum terjun ke dunia politik, ia hanya berkutat di dunia usaha.

"Awalnya ya engga kepikiran sama sekali, tapi saya menjaga khitah partai. Masak partai pemenang nomor dua tidak punya calon," katanya mengawali cerita terjun di dunia politik.

Hingga April 2015, Sigit mengaku tidak ada niat maju sebagai calon Wali Kota Semarang. Ketika banyak kader Gerindra yang mendapat tawaran maju sebagai calwalkot, tidak ada satupun yang 'berani'. Beberapa kader pun mendorongnya maju. Demi nama baik partai, Sigit akhirnya maju. 

Saat itu, ia sadar peluangnya menang tipis. Ia bahkan, memperkirakan hanya meraup 15 persen suara. Kalkulasi politik sejak awal memang menempatkannya sebagai underdog. Di luar perkiraannya, ia bisa meraup 20 persen lebih suara.

Sigit juga sadar biaya politik untuk pilwakot cukup besar. Ia blakblakan mengeluarkan dana pribadi yang tidak sedikit selama gelaran pilwakot. "Kalau M (miliaran rupiah) jelaslah, buat kaus saja sampai M kok. Belasan (miliar) lah. Sudah ya," katanya.

Sejak awal memberanikan diri mencalonkan diri, Sigit sudah mengikhlaskan dana untuk pilwakot. Apapun hasilnya, ia tidak akan menyesali apa yang sudah dilakukannya.

Meski kalah, Sigit merasa bangga karena dalam jangka lima bulan sudah dikenal masyarakat Semarang. Baginya hal itu jadi hal yang luar biasa.

"Ya sadar lah (kemungkinan menang tipis). Ibaratnya benar-benar dari zero, dari yang tidak dikenal. Kegiatan saya dulu cuma kantor rumah, kantor rumah," tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved