Hanya Petani Organik yang Diperkenankan Gunakan Fasilitas di Toyota Organic Village

Di dalam desa organik tersebut petani mendapatkan fasilitas pengolahan padi yang mutakhir mulai mesin pengeringan, pembuat pupuk kompos, hingga penggi

Penulis: rival al manaf | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng / Rival Almanaf
Sekda Jateng, Sri Puryono (baju merah) mengambil gabah dari mesin pengering gabah yang menjadi salah satu fasilitas di Toyota Organic Village, Desa Mlaten, Kecamatan Mranggen, Demak, Rabu (8/3). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK -- Toyota Astra Motor (TAM) melalui program Car for Tree mewujudkan Toyota Organic Village di Desa Mlaten, Kecamatan Mijen, Demak, Rabu (8/3/2017).

Di dalam desa organik tersebut petani mendapatkan fasilitas pengolahan padi yang mutakhir mulai mesin pengeringan, pembuat pupuk kompos, hingga penggilingan padi.

Hanya saja tidak semua petani diperkenankan untuk menggunaka teknologi baru tersebut.

"Syaratnya untuk bisa menggunakannya petani harus mengolah lahan pertaniannya secara organik, hal itu bisa dilihat dari kartu tani, disitu akan terlihat pupuk apa yang digunakan, pestisida apa, jika bukan organik, maka tidak boleh," terang salah satu petani Muhammad Yasin.

Untuk itu, pihak Toyota juga membekali petani dengan pelatihan keterampilan pertanian organik, yaitu pelatihan dan bimbingan tentang pembuatan sarana produksi organik seperti pembuatan pupuk, bibit, dan pestisida) Sistem budidaya pertanian organik, teknologi pasca panen, distribusi, dan pemasaran beras organik.

Vice President Director TAM Henry Tanoto dalam peresmian tersebut menjelaskan Toyota Organic Village merupakan program yang dirancang untuk pengembangan desa berbasis pertanian organik dan ramah lingkungan.

"Terciptanya pola pertanian ramah lingkungan akan berdampak terhadap kualitas lingkungan sekitar yang semakin membaik sehingga mampu mewujudkan masyarakat petani dengan pola agribisnis berkelanjutan untuk taraf hidup yang terus meningkat," imbuhnya.

Untuk membangun desa organik ini Henry mengungkapkan telah mengucurkan dana sebesar dua setengah milyar. "Di daerah lain kami juga punya kegiatan ramah lingkungan lain misalnya pelestarian koral, kami sesuaikan dengan potensi tiap daerah," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved