Puluhan Warga Sumbersari Geruduk Kantor Bupati Kendal, Ini Tuntutannya

Puluhan warga Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal, berbondong-bondong mendatangi Kantor Bupati Kendal, Rabu (08/03/2017) siang.

Puluhan Warga Sumbersari Geruduk Kantor Bupati Kendal, Ini Tuntutannya
TRIBUNJATENG/DINI
Puluhan warga Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal, berbondong-bondong mendatangi Kantor Bupati Kendal, Rabu (08/03/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini Suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Puluhan warga Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal, berbondong-bondong mendatangi Kantor Bupati Kendal, Rabu (08/03/2017) siang.

"Berantas Koruptor Desa Sumbersari se akar-akarnya," teriak warga di depan halaman Kantor Bupati Kendal.

Dengan membawa spanduk dan poster, mereka mendesak pemerintah menindak kepala desa Sumbersari yang diduga melakukan korupsi.

Kordinator aksi, Slamet, mengungkapkan, warga Desa Sumbersari sudah jengah menunggu tindakan pemerintah dan penegak hukum yang belum juga mengusut Kepala Desa Sumbersari Sujarwo yang diduga melakukan korupsi dana desa.

Warga menilai pemerintah dan penegak hukum lamban meski sudah banyak bukti dan laporan dari warga.

"Kami sudah melaporkan kasus ini ke kejaksaan dan Bupati pada Oktober tahun lalu tetapi sampai saat ini belum ada tindakan tegas," terangnya

"Kami datang untuk menagih janji Bupati Kendal yang pernah mengatakan akan memecat kades jika bersalah. Tetapi, sampai saat ini bupati belum juga memenuhi janji tersebut” jelasnya.

Assisten Pemerintah Sekretaris Daerah Kendal Agus Sumaryono yang menerima perwakilan warga mengatakan, pihaknya akan minindaklanjuti laporan warga ke inspektorat.

Sementara itu, Bupati Kendal Mirna Annisa mengungkapkan kasus tersebut sedang dilakukan penyidikan oleh inspektorat. Apabila terbukti bersalah, akan dilakukan penindakan sesuai hukum dan ketentuan perundang-undangan

“Saat ini sedang dilakukan penyidikan oleh inspektorat. Bila terbukti bersalah maka yang bersangkutan dihadapkan dan diberi sangsi sesuai pada aturan dan ketentuan hukum yang ada,” ujarnya (*)

Penulis: dini
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved