Minggu, 7 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ini Bahaya Jalani Suntik Hormon Seperti Yang Dilakukan Istri Aming

Hal itu karena ada efek samping dari hormon yang dimasukkan dalam tubuh dalam jangka panjang.

Tayang:
YouTube
Aming 

TRIBUNJATENG.COM - Penyebab pertengkaran Evelyn dan Aming sudah diketahui.

Yaitu, Evelyn berhenti minum hormon yang akhirnya berdampak jadi mudah emosi, dan tidak stabil.

Menurut dr. Suci Dwi Putri, dalam layanan konsultasi di klikdokter.com, hingga saat ini belum ada izin yang dikeluarkan dalam terapi hormon testosteron pada wanita untuk transgender.

Kecuali jika didasari oleh kelainan medis, misalnya pada penderita sindroma Klinefelter yang memiliki kelainan kromosom 47xxy.

Sedangkan pada wanita normal yang ingin menjadi pria hal tersebut tidak dianjurkan.

Hal itu karena ada efek samping dari hormon yang dimasukkan dalam tubuh dalam jangka panjang.

Berikut hal terjadi setelah pemberian testosteron:

1. Menyebabkan terhentinya menstruasi dalam bulan pertama
2. Pendalaman suara (suara lebih berat)
3. Peningkatan rambut wajah dan tubuh
4. Peningkatan ukuran klitoris
5. Peningkatan libido
6. Peningkatan kemampuan untuk membangun dan mempertahankan massa otot. 
7. Pengguna akan terlihat lebih laki-laki ke dunia luar, setelah satu tahun pengobatan, tetapi efek penuh testosteron yang dapat memakan waktu hingga 10 tahun.

dr. Suci Dwi Putri menjelaskan, suntik hormon testosteron juga punya efek samping yang cukup berbahaya bagi kesehatan, yaitu:

1. Meningkatnya kulit berminyak, jerawat, berat badan
2. Sakit kepala. 
3. Hepatotoksisitas (kerusakan hati)
4. Resistensi insulin (insulin tidak dapat menjalankan fungsinya untuk sirkulasi glukosa).
5. Perubahan negatif dalam profil lemak darah (penurunan HDL dan peningkatan trigliserida) dan homosistein. 
6. Polisitemia (gangguan pada sumsum tulang) pada mereka yang berisiko karena efek erythropoeitic 
7. Sindrom ovarium polikistik (PCOS), gangguan keseimbangan kadar hormonal. 
8. Secara teori, hormon ini juga dapat menyebabkan resiko terkena kanker payudara, ovarium, endometrium dan kanker serviks. (Bangka Pos)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved