Breaking News:

Petani di Kudus Digelontor Bantuan 625 Ton Benih Padi Bersubsidi

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Catur Sulistiyanto, mengatakan bantuan benih bersubsidi seberat 625 ton disalurkan Kementrian Pertanian

PLENTEX
Ilustrasi padi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -- Kementrian Pertanian menggelontor bantuan benih padi bersusidi untuk para petani di Kudus. Pada 2017 ini, bantuan benih untuk para petani di Kudus mencapai 625 ton, untuk alokasi lahan seluas 25.000 hektare.

‎Kepala Desa Wonosoco, Setiyo Budi, mengaku senang mendapat bantuan benih bersubsidi dari pemerintah. Menurut dia, para petani di wilayahnya mendapat bantuan benih 9,25 ton, untuk area sawah 430 hektare.

"Sebagian memanfaatkan bantuan untuk musim tanam (MT) II tahun ini‎," ujarnya, Jumat (10/3).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Catur Sulistiyanto, mengatakan bantuan benih bersubsidi seberat 625 ton disalurkan Kementrian Pertanian melalui pemerintah povinsi.

Menurut dia, bantuan benih tersebut di luar pengajuan bantuan untuk pengganti tanaman padi seluas 122 hektare yang puso, pada musim tanam lalu.

"Untuk pengganti tanaman padi yang puso, kita ajukan bantuan 3,05 ton benih," katanya.

Disampaikan, bantuan benih tahun ini‎ lebih banyak 125 ton dibanding tahun lalu. Disebutkan, pada 2016 para petani menerima bantuan 500 ton benih untuk alokasi 20.000 hektare. Sementara, pada 2015 bantuan benih yang diterima sebanyak 375 ton untuk 15.000 hektare.

"Pada tahun-tahun lalu, tak semuanya terserap. Pada 2016 terserap 120,10 ton atau 24,02 persen, sedang pada 2015 terserap 1‎17 ton atau 30,20 persen," ujarnya.

Menurut Catur, setelah diaudit BPKP, benih bantuan bersubsidi yang tak terserap dikembalikan kepada pemerintah pusat. ‎

"Kami berharap, tahun ini semua bantuan benih dapat terserap semua, baik untuk musim tanam (MT) II atau MT I pada sekitar bulan September mendatang," tuturnya.

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikkultura, Harsito, mengatakan benih bantuan tidak diberikan secara cuma-cuma kepada petani. Menurut dia, untuk setiap hektare lahan diberikan bantuan 25 kilogram.
"Petani membayar Rp2.500 untuk tiap kilogram benih bantuan bersubsidi," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved