Ngesti Nugraha dan BPBD Semarang Serahkan Bantuan kepada Korban Puting Beliung

Ngesti Nugraha dan BPBD Semarang Serahkan Bantuan kepada Korban Puting Beliung di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Senin (13/3/2017).

Ngesti Nugraha dan BPBD Semarang Serahkan Bantuan kepada Korban Puting Beliung
tribunjateng/suharno
SERAHKAN BANTUAN - Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugroho memberikan bantuan kepada warga di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, yang rumahnya diterjang angin puting beliung. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah meninjau lokasi Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, yang diterjang angin puting beliung.

Ngesti mengatakan Pemkab Semarang telah memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak puting beliung tersebut.

"Besarnya bantuan berbeda karena kami melihat seberapa parahnya kerusakan rumah warga akibat terjangan puting beliung," ujar Ngesti, Senin (13/3/2017).

Seperti diberitakan sebelumnya, angin puting beliung menerjang Desa Lerep, Ungaran Barat, dan membuat dua rumah ambruk, dua rumah warga serta kantor kecamatan Ungaran Barat mengalami kerusakan, Minggu (12/3/2017) sore.

Dua rumah warga yang ambruk yakni dihuni oleh keluarga Saiful Kharim dan Tria Setiawan, sedangkan dua rumah yang mengalami kerusakan yakni milik Zaenuri dan Wahyono.

"Untuk Pak Saiful bantuan yang kami berikan yakni Rp 1,5 juta karena rumah tersebut berada di lahan bengkok (tanah milik desa), sedangkan untuk Pak Tria bantuannya 10 juta karena lahan pribadi," paparnya.

Wabup menambahkan jika daerah di Desa Lerep memang rawan bencana terutama puting beliung dan tanah longsor.

Dia pun menghimbau supaya masyarakat di Kabupaten Semarang selalu siaga.

"Kami menghimbau supaya masyarakat di Kabupaten Semarang tetap waspada lantaran cuaca masih ekstrim. BPBD juga mencatat sudah ada 120-an bencana di tahun 2017 ini yang terjadi di Kabupaten Semarang," tandasnya.

Saat kejadian, warga yang rumahnya ambruk, Saiful Kharim (32) menceritakan dia bersama istrinya Sulastri (31) dan anak yang pertama, Aflah Ubaidilah (11) sedang berada di warung yang terletak beberapa meter dari rumahnya.

"Namun di rumah ada ibu saya (Hartini, 65 tahun) yang sedang menidurkan anak bungsu saya (Izudin, dua tahun)," ujar Saiful.

Saat hujan deras disertai angin kencang tersebut terjadi kemudian dia mendengar bunyi keras berasal dari arah rumahnya dan saat melihat, rumah yang dihuninya ambruk.

"Saya kemudian berlari dan dibantu warga sekitar berusaha menyelamatkan ibu dan anak saya. Beruntung mereka tidak apa-apa, hanya ibu saya kakinya sempat memar karena tertimpa kayu dan telah diobati di RSUD Ungaran, sedangkan anak saya tidak tertimpa apa pun," ungkapnya. (*)

Penulis: suharno
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved