Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

VIDEO Kirab HUT Kabupaten Semarang, Suara Sirine Bersahutan dengan Drumband Anak SD

VIDEO Kirab HUT Kabupaten Semarang, Suara Sirine Bersahutan dengan Drumband Anak SD

Tayang:
Penulis: suharno | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/SUHARNO
VIDEO Kirab HUT Kabupaten Semarang, Suara Sirine Bersahutan dengan Drumband Anak SD di Pager Semarang, Senin 13 Maret 2017 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Puluhan siswa SD berjejer di sepanjang Jalan Raya Pager, Desa Pager, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Senin (13/3/2017). Mereka melambaikan bendera merah putih di tangannya, sementara yang lain asyik main drumband.

Tidak lama berselang, sejumlah mobil pickup (bak terbuka) melintas di depan mereka. Mobil-mobil ini membawa sayur dan buah yang dibentuk menyerupai gunungan.

Sejumlah orang mengenakan beskap hitam dan memakai ikat kepala juga berada di atas mobil.
Beberapa diantara orang tersebut juga terlihat asyik memainkan gamelan di dalam bak terbuka mobil tersebut.

Rombongan ini merupakan peserta Kirab Budaya Merti Bumi Serasi untuk menyemarakan HUT ke 496 Kabupaten Semarang. Suara sirine mobil bersahutan dengan drum band anak-anak SD yang menyambutnya.

Kirab budaya ini diawali dari Desa Puger, Kecamatan Kaliwungu, Senin (13/3/2017) pagi dan akan berakhir di Alun-alun Bung Karno, Kecamatan Ungaran Timur, Rabu (15/3/2017).

Selama kirab budaya ini, rombongan akan melewati sejumlah kecamatan di Kabupaten Semarang.

Di tiap-tiap kecamatan ini, peserta akan bertambah lantaran tiap kecamatan akan mengirimkan delegasinya untuk mengikuti kirab budaya.

Camat Kaliwungu, Otter Sukamto mengatakan Desa Pager dipilih menjadi tempat awal lantaran letaknya berada di ujung selatan Kabupaten Semarang dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Boyolali.

"Selain itu, Desa Pager juga memiliki nilai sejarah karena pernah dijadikan pusat pemerintahan sementara Kabupaten Semarang pada tahun 1947 hingga 1950 atau saat Belanda melakukan agresi militer," papar Otter.

Otter menambahkan saat menjadi pusat pemerintahan sementara, rumah warga milik Siswo Sumarto menjadi kantor Bupati Semarang.

Rumah-rumah warga lainnya di sekitar rumah Siswo Sumarto juga dipakai untuk kantor dinas.

Selain pernah digunakan sebagai tempat pemerintahan sementara, Desa Pager juga pernah menjadi tempat singgah Pangeran Puger atau Sri Susuhunan Paku Buwono I saat melawan VOC (Belanda) dari Kartasura hingga Grobogan.

Pengeran Puger dan pasukannya sempat ditempatkan di grobog atau tempat penyimpanan gabah kering untuk menghindari kejaran pasukan Belanda.

Nama Pangeran Puger ini yang membuat desa paling selatan Kabupaten Semarang ini akhirnya dinamai Desa Pager.

Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Semarang, Sarwoto Dower (46) mengatakan selain kirab budaya ada sejumlah agenda lainnya untuk menyemarakan hari jadi Kabupaten Semarang.

Agenda budaya tersebut diantaranya jamasan pusaka hingga pagelaran kolosal barongsai baruklinting.

"Adanya sejumlah event budaya ini diharapkan dapat menjadi ajang wisata, sehingga selain menyemarakan hari jadi Kabupaten Semarang juga mendatangkan wisatawan," tandasnya. (Tribun Jateng/Suharno)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved