Breaking News:

Pergerakan Tanah di Banjarnegara Meluas, 15 Hektar Lahan Warga Dan Bengkok Desa Ambles

Beberapa waktu lalu, warga desa digegerkan dengan peristiwa longsor di lahan pertanian warga, dusun Sikenong desa Bantar.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih pujo asmoro
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Warga berdiri di permukaan tanah yang masih utuh. Di hadapannya, tanah ambles dengan kedalaman curam. Sekitar 15 hektar lahan pertanian warga desa Bantar kecamatan Wanayasa Banjarnegara terkena longsor. 

Saat peristiwa terjadi, tidak ada warga yang beraktivitas di kebun sehingga tidak ada korban jiwa.

Kerugian akibat bencana itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut Eko, lahan yang ambles itu tidak mungkin ditanami kembali karena kondisi tanah yang gembur dan membahayakan.

Karena ambles, kondisi lahan menjadi terjal tak beraturan.

Perkebunan itu pun kini lengang dari aktivitas petani.

"Dihitung dari tanamannya saja sudah banyak kerugiannya. Ditambah kerugian lahan yang terkena longsor," ucap dia.

Parahnya, pergerakan tanah itu sudah merambah ke pemukiman warga. Sedikitnya 7 rumah di RT 3 RW 3 terancam longsor merayap.

Kondisi bangunan rumah itu telah retak, serta lantainya ambles.

Jarak rumah dengan mahkota longsor di lahan pertanian warga hanya 50 meter.

Pemerintah desa pun telah mengimbau kepada warga terdampak agar mengungsi saat hujan lebat terjadi.

Eko berharap, BPBD Kabupaten Banjarnegara segera melakukan kajian geologi terhadap kondisi pergerakan tanah di wilayahnya.

Hasil kajian itu dinilainya penting untuk memberikan ketenangan bagi warga, serta untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami berharap ada kajian geologi. Sebab lokasi longsor sudah sangat dekat dengan pemukiman warga," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved