Breaking News:

Pelapor SPT Masih 20 Persen, Irawan Khawatir Server Kewalahan Jelang Batas Akhir

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I mencatat pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak di lingkungannya masih rendah

Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Sugeng Pudjianto (kanan), melaporkan SPT menggunakan sistem e-filing yang diserahkan kepada Kepala Kanwil DJP Jateng I, Irawan (kiri), di Kejati Jateng, Rabu (15/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I mencatat pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak di lingkungannya masih rendah.

Kepala Kanwil DJP Jateng I, Irawan mengatakan, sampai hari Rabu (15/3/2017) ini, pelaporan pajak masih sekitar 20 persen dari total wajib pajak orang pribadi (OP) dan badan.

Padahal, kata dia, batas akhir pelaporan SPT 2017 paling lambat pada tanggal 31 Maret 2017.

"Sekarang yang sudah melaporkan SPT hanya sekitar 20 persen dari total wajib pajak. Dan kami terus mendorongnya," jelas dia.

Biasanya, kata dia, wajib pajak memberikan laporan pajaknya mendekati batas waktu yang diberikan.

"Biasanya wajib pajak itu memilih untuk melaporkannya nanti kalau sudah seminggu berakhir," kata dia.

Di wilayahnya yang terdapat sekitar 17 Kantor Pajak Pratama (KPP), kata dia, terdaftar sedikitnya 1,5 juta wajib pajak OP dan badan.

Dia menjelaskan, saat ini wajib pajak tersebut bisa melaporkan SPT melalui sistem e-filing menggunakan internet.

"Saya khawatir kalau pelaporannya mayoritas menunggu mendekati batas waktu yang ditentukan, servernya bisa kewalahan," jelas dia.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved