Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pedagang Pasar Yaik Demo Menolak Direlokasi di MAJT

Mereka lebih memilih berunjuk rasa di dalam pasar untuk menolak relokasi ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Mereka akan terus berdemo

rahdyan trijoko pamungkas
Para pedagang Pasar Yaik menolak di relokasi di Masjid Agung Jawa Tengah 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG --  Ratusan pedagang secara serempak menutup kiosnya yang berada di Pasar Yaik Baru Semarang, Sabtu (18/3/2017). Tidak terdapat aktivitas perdagangan di dalam pasar.

Mereka lebih memilih berunjuk rasa di dalam pasar untuk menolak relokasi ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Mereka akan terus berdemo  sampai mendapat kepastian dari Pemerintah Kota Semarang.

" Baru hari ini kios pada tutup. Karena ada demo. Besok baru buka. Hal ini dikarenakan kami menolak untuk direlokasi," tutur pedagang Konveksi, Pasar Yaik Baru Mutria (56).

Mutria berdagang di Pasar Yaik sejak 30 tahun yang lalu. Hasilnya pun cukup lumayan selama berjualan di pasar tersebut. Dirinya enggan direlokasi ke MAJT, karena takut dagangannya sepi dari pembeli.

" Anak saya yang sudah merasakan waktu itu anak saya berjualan di pasar Johar dan terbakar. Lalu dipindah ke relokasi tokonya tutup semua, " tuturnya.

Ia menyetujui pasar Johar termasuk Yaik akan dibangun. Namun dirinya meminta direlokasi setelah pasar Johar jadi terlebih dahulu.

" Kami menolaknya kalau direlokasi ke MAJT. Kalau pasar Johar sudah jadi baru mau dipindah," tuturnya.

Ketua PPJ Pasar Yaik Baru Mundasir, mengatakan para pedagang menolak direlokasi MAJT. Persoalan utama yang mendasari enggan di MAJT adalah pedagang pasar Johar yang telah direlokasi saat ini tinggal 10 persen.

"Hal ini dikarenakan dagangannya tidak laku. Sehingga pedagang pasar Yaik tidak mau mengulang hal tersebut," ujarnya.

Menurutnya, relokasi tersebut tidak sesuai fakta yang ada. Karena pembangunan pasar Johar dan sekitarnya menggunakan sistem bertahap.

" Artinya tidak langsung semua di pindah. Namun sesuai tahapan anggaran yang ada. Sementara anggaran itu bersunber dari APBN, APBD I dan APBD II yang sifatnya multi years," tuturnya.

Oleh karena itu, pembangunan yang semestinya diperioritaskan adalah pembangunan pasar Johar lebih dahulu baru membangun alun-alun. Sementara posisi pasar Yaik terletak di alun-alun sehingga tidak mengganggu pembangunan pasar.

Pedagang Pasar Yaik, kata dia, berjumlah 870 pedagang. Jika relokasi dipaksakan maka tidak sesuai dengan aspirasi para pedagang.

" Para pedagang jangan dirugikan hak-haknya. Kalau dirugikan justru mengurangi kredibilitas Pemerintah Kota Semarang, " ujarnya.

Menurut dia, rencana relokasi yang dilakukan Disperindag Kota Semarang akan dilaksanakan pada bulan November 2017. Statmen yang dilontarkan Disperindag akan segera merelokasi membuat dampak bagi para pedagang.

" Kepercayaan perbankan, pemasok barang menjadi goyah. Hal ini berdampak luar biasa bagi para pedagang, " terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved