PSIS Semarang
Inilah Sindiran Pedas Pelatih Persebaya, Bilang PSIS Parkir Bus
Pelatih Iwan Setiawan menyebut pertandingan ini menjadi pelajaran penting untuk Bajul Ijo sebelum menjalani liga.
TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Gol penalti Rachmat Irianto membawa Persebaya Surabaya revans atas PSIS Semarang.
Dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (19/3/2017), tuan rumah menang 1-0.
Pelatih Persebaya Iwan Setiawan menyatakan sengaja tak memainkan beberapa pemain inti sejak babak pertama.
Dia menyimpan Irfan Jaya dan Rahmad Afandi pada awal pertandingan.
Menurutnya, hasil bisa jauh berubah jika dua pemain itu merumput sebagai starter.
"Jadi ini bukan tim terbaik kami, ya. Saya yakin skor akhir akan berbeda kalau tim terbaik yang main," umbar Iwan.
Dia mengklaim sejak masuknya dua pemain tersebut, Persebaya lebih banyak menyerang.
Baca: Begini Bantahan Subangkit PSIS atas Tudingan Iwan Setiawan: Bukan Parkir Bus
Sebaliknya, PSIS dipaksa bertahan.
Hingga akhirnya, gol tercipta lewat titik penalti yang berawal dari pelanggaran terhadap Irfan Jaya di sisi kanan pertahanan Mahesa Jenar.
Kemudian wasit menunjuk titik putih yang dieksekusi secara lugas oleh pemain berumur 17 tahun, Rachmat Irianto.
Iwan juga menyindir strategi yang diterapkan Subangkit di Gelora Bung Tomo.
Dia mengaku kecewa karena tim tamu tampil defensif dengan menumpuk pemain di belakang.
"Saya tidak suka lawan tim banci yang berusaha tidak kalah dengan menerapkan parkir bus," tandas Iwan dalam jumpa pers.
Namun, dia menyebut pertandingan ini menjadi pelajaran penting untuk Bajul Ijo sebelum menjalani liga.
Saat PSIS menumpuk pemain di belakang, Persebaya memang mengalami kesulitan untuk masuk ke area lawan.
"Ini akan jadi PR buat kami saat melawan tim negatif seperti itu," tuturnya. (tribunjatim/ayumufidah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/iwan-setiawan_20170319_200348.jpg)