Wakil Bupati Dyah Hayuning Gandeng Grup FB Info Cegatan Purbalingga Perangi Berita Hoax
Pemerintah Kabupaten Purbalingga menggandeng komunitas media sosial dalam memerangi berita hoax yang marak tersebar di internet.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: iswidodo
Laporan Wartawna Tribun Jateng, Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA- Pemerintah Kabupaten Purbalingga menggandeng komunitas media sosial dalam memerangi berita hoax yang marak tersebar di internet.
Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi telah mendatangi salah satu komunitas media sosial dengan anggota terbanyak di Purbalingga, grup facebook 'Info Cegatan Purbalingga' (ICP) kemarin, Minggu (18/3).
Pratiwi mengajak anggota ICP ikut memerangi informasi dan berita hoax yang dapat menyesatkan masyarakat.
Anggota grup medsos diharap bijak menyikapi informasi yang belum tentu kebenarannya.
"Jangan asal mudah mem-posting. Dicek dulu kebenarannya, ditelusuri dulu dari mana informasi itu. Jika memang sumber informasinya sudah jelas, maka baru silakan memposting," kata Wakil Bupati Tiwi, Senin (20/3).
Dengan anggota mencapai lebih dari 71 ribu orang, komunitas ICP potensial menjadi sasaran sebaran informasi hoax oleh oknum tak bertanggung jawab.
Melalui grup yang beranggotakan banyak orang, berita hoax akan cepat menjadi viral dan menyebar ke grup-grup medsos lain. Tiwi mengingatkan kepada komunitas dunia maya, penyebar berita hoax bisa bisa diseret ke ranah pidana dengan ancaman hukuman penjara.
"Tolong bijaksana kalau mem-posting. Jika sampai keliru, bisa berdampak hukum pada orang yang menyebarkan informasi itu," katanya
Tiwi meminta anggota komunitas ICP tidak hanya aktif di dunia maya, melainkan ikut memberikan kontribusi riil bagi pembangunan daerah mereka melalui kegiatan-kegiatan positif.
Pemkab memfasilitasi pertemuan komunitas medsos di pendopo Cahyana Rumah dinas Wakil Bupati Purbalingga.
Direktur ICP Lujeng Tri Sasongko mengungkapkan, komunitas grup FB ICP yang didirikan pada awal tahun 2014 itu mulanya hanyalah grup facebook biasa. Grup menyajikan berbagai informasi cegatan yang digelar kepolisian, serta untuk mengingatkan anggota agar menyiapkan kelengkapan surat-surat kendaraan.
"Tujuan awalnya bukan untuk melawan polisi, namun sebagai forum diskusi dan berbagi informasi seputar lalu lintas serta mengajak anggota untuk tertib berlalu lintas," kata Lujeng.
Dalam perkembangannya, kata Lujeng, grup bukan hanya menyajikan informasi cegatan. Lebih dari itu, grup memberikan informasi mengenai prosedur membuat SIM, prosedur membayar pajak kendaraan, informasi tilang, sosialisasi safety ridding, serta memberikan ruang diskusi berkaitan dengan pelayanan publik serta kebijakan Pemkab.
"Seiring bertambahnya anggota, infor asi semakin dibamis. Kami siap membantu Pemkab Purbalingga untuk mensosialisasikan program-program pembangunan dan kegiatan yang dilakukan Pemkab kepada masyarakat luas," kata Lujeng. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wakil-bupati-purbalingga-dyah-hayuning-kopi-darat-dengan-facebooker-icp_20170320_093508.jpg)