Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

541 Peserta Seleksi Calon Tamtama PK TNI AD Ikuti Tes Panthukir di Kodam Diponegoro

Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Jateng dan DIY, antara lain Semarang, Yogya, Solo, dan Purwokerto.

PENDAM IV/DIPONEGORO
Para peserta seleksi Calon Tamtama Prajurit Karier TNI AD Gelombang I TA 2017 Panda IV/Diponegoro mengikuti tes panthukir di aula Makodam, Kamis (23/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Ratusan peserta seleksi Calon Tamtama Prajurit Karier TNI AD Gelombang I TA 2017 Panda IV/Diponegoro mengikuti tes panitia penentu akhir (panthukir).

Tes itu berlangsung di aula Makodam IV/Diponegoro, Kamis (23/3/2017).

Ada 541 orang yang mengikutinya.

Mereka yang lolos selanjutnya mengikuti tes panitia pusat di Rindam IV/Diponegoro, Magelang.

Tes akhir ini langsung dilakukan panitia pusat dari Mabes TNI AD.

"Selanjutnya calon yang dinyatakan lolos tes akhir akan mengikuti pendidikan Tamtama PK di Gombong yang rencananya akan dimulai 21 April nanti," terang Kasdam IV/Diponegoro Brigjen Mohamad Sabrar Fadhilah yang juga memimpin panthukir dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com.

Panthukir itu juga dihadiri para pejabat terkait di jajaran Kodam Diponegoro.

Menurut Brigjen M Sabrar, semula jumlah pendaftar calon Tamtama Prajurit Karier (Tamtama PK) adalah 1.994 peserta.

Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Jateng dan DIY, antara lain Semarang, Yogya, Solo, dan Purwokerto.

"Angka tersebut menggambarkan bahwa minat masyarakat menjadi Prajurit TNI AD masih cukup tinggi. Tentu hal ini tak terlepas dari pencitraan TNI AD, khususnya Kodam IV/Diponegoro yang semakin baik", jelas Pangdam Diponegoro Mayjen Jaswandi dalam amanat tertulis yang dibacakan Brigjen M Sabrar.

Pada penerimaan ini, Kodam Diponegoro mengambil kebijakan menggunakan sistem barcode dalam setiap tahapan seleksi.

Penggunaannya merupakan salah satu upaya panitia dalam meminimalkan kecurangan dan kesalahan.

"Menurut Mayjen TNI Jaswandi, langkah-langkah ini dilakukan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat Jateng dan DIY. Sekaligus membuktikan bahwa tidak ada KKN dalam setiap pelaksanaan seleksi penerimaan prajurit TNI, " tandas M Sabrar. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved