Hendrar Prihadi Segera Membatasi Transportasi Online

Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi akan membatasi kuota transportasi online di Kota Semarang.

Hendrar Prihadi Segera Membatasi Transportasi Online
tribunjateng/budi susanto
Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi akan membatasi kuota transportasi online di Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi akan membatasi kuota transportasi online di Kota Semarang. Hal ini menyusul adanya revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 yang akan berlaku 1 April mendatang.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mengatakan pembatasan kuota berdasarkan revisi peraturan Menteri Perhubungan disebutkan beberapa poin yang diserahkan kepada Pemerintah Daerah.

Sejumlah pengemudi ojek konvensional menolak kehadiran ojek online di Stasiun Poncol Semarang, Rabu pagi 22 Maret 2017. Kemudian setelah dimediasi polisi terjadi kesepakatan
Sejumlah pengemudi ojek konvensional menolak kehadiran ojek online di Stasiun Poncol Semarang, Rabu pagi 22 Maret 2017. Kemudian setelah dimediasi polisi terjadi kesepakatan (tribunjateng/budi susanto)

"Saya mendapat penjelasan rinci dari Kapolri, Menteri Perhubungan, dan Menteri Kominfo terkait revisi Peraturan Menteri Perhubungan itu. Dan ada yang diserahkan kepada pemerintah daerah salah satunya yakni pembatasan kuota transportasi online. Kami langsung berkomunikasi dengan pihak terkait termasuk organda untuk segera menentukan kuota transportasi di Kota Semarang," ujarnya, Rabu (22/3).

Dalam beberapa hari ini, akan dilakukan penghitungan kuota antara Organda, pengusaha transportasi, Dinas Perhubungan, dan Satlantas Polrestabes Semarang.

"Kemudian akan dilakukan survei berapa kebutuhan transportasi di Kota Semarang. Setelah dihitung global, kemudian diharapkan muncul besaran kuota transportasi konvensional. Misal kebutuhan taksi konvensional di Kota Semarang sebanyak 2.000 taksi. Jumlah taksi konvensional berapa. Sisanya dipenuhi online. Online tidak akan dibiarkan secara bebas dan luas lagi seperti sekarang," kata Hendi.

Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Dipindahtugaskan Tapi Hendi Perintahkan Putus Kontrak
Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Dipindahtugaskan Tapi Hendi Perintahkan Putus Kontrak (tribunjateng/dok)

Selain itu, lanjut Hendi, juga akan diberikan kode khusus pada transportasi online untuk mengontrol jumlahnya. "Kode khusus bisa menggunakan chip atau stiker khusus yang ditempel di kendaraan. Jadi ketika tidak menggunakan kode khusus berarti ilegal," ujarnya.

Hendi mengatakan gesekan terjadi karena transportasi konvensional merasa tidak diberlakukan adil. Namun dalam kemajuan teknologi tidak bisa menampik kehadiran transportasi online yang memberi kepuasan konsumen.

"Problemnya transportasi online lebih murah karena tidak dibebani persyaratan seperti transportasi konvensional. Harapan kami kemudian semua pihak bersabar karena aturan telah ditetapkan dan revisi peraturan sudah dijelaskan. Sehingga sekarang tinggal mengisi celah kosong hasil revisi peraturan untuk menciptakan stabilitas keamanan dan pelayanan transportasi yang baik di Kota Semarang," ujarnya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso menengani ketegangan pengemudi ojek online dan konvensional di Stasiun Poncol, Rabu 22 Maret 2017
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso menengani ketegangan pengemudi ojek online dan konvensional di Stasiun Poncol, Rabu 22 Maret 2017 (tribunjateng/budi susanto)

Dalam kesempatan terpisah, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Triwibowo mengatakan telah melakukan pembicaraan dengan berbagai pihak terkait penentuan kuota. Selain itu juga pembahasan mengenai tarif atas dan bawah transportasi online.

“Dalam revisi Permenhub yang diserahkan ke daerah tidak hanya kuota tapi juga tarif atas dan bawah transportasi online. Nanti akan kami bahas terlebih dahulu. Kami juga akan berkomunikasi dengan Dishub Provinsi Jateng," ujarnya. (tribunjateng/cetak/gpe)

Ratusan pengemudi ojek online berdiskusi dengan anggota kepolisian di kawasan Stasiun Poncol Kota Semarang, Selasa (22/3)
Ratusan pengemudi ojek online berdiskusi dengan anggota kepolisian di kawasan Stasiun Poncol Kota Semarang, Selasa (22/3) (TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA)
Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved