Kepala Sekolah Anggap Tak Ada Kesan Mendadak, Wali Murid Tuntut Transparan Pungutan di SMA Negeri

Sebelumnya, dari pemerintah kota tidak memberi, sumbangan dari orang tua murid tidak ada, dana BOS tidak ada, kalau begini terus kami bisa colaps

Kepala Sekolah Anggap Tak Ada Kesan Mendadak, Wali Murid Tuntut Transparan Pungutan di SMA Negeri
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga menujukkan uang NKRI pecahan baru sesuai antre penukaran di mobile konter Bank Indonesia di Blok M, Jakarta Selatan, Senin (19/12/2016). Bank Indonesia (BI) hari ini meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru. Peluncuran uang rupiah baru ini dilakukan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Sekjen Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Se-Jawa Tengah, Wiharto, menjelaskan bahwa proses dalam pembayaran SPP SMA/SMK pada Januari-Juni telah dibuat sejak awal tahun.

“Seakan-akan mendadak karena nyaris semua orang tua murid tidak tahu proses yang sebenarnya terjadi,” ujarnya ketika ditemui Tribun Jateng di Kampus SMAN 3 Semarang, Jalan Pemuda No. 149, Semarang, Rabu (22/3).

Pria yang juga merupakan Kepala Sekolah SMAN 3 Semarang itu menuturkan bahwa pihaknya pada Januari mulai melakukan beberapa rapat ke Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

“Kita ini sudah rapat-rapat terus bersama pak Gatot (Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jawa Tengah) dan timnya hingga mengerucut ke anggaran,” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa pihaknya memang tidak memiliki dana apapun.

“Sebelumnya, dari pemerintah kota tidak memberi, sumbangan dari orang tua murid tidak ada, dana BOS tidak ada, kalau begini terus kami bisa colaps,” ujarnya.

Ia pun membeberkan bahwa di SMAN 3 Semarang saja, biaya listrik yang harus dikeluarkan setiap bulan mencapai Rp 50 juta.

“Belum untuk biaya operasional yang lain yang harus kami tutupi dan lunasi,” bebernya.

Ia pun mengungkapkan bahwa pada pertengahan Januari hingga Februari, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng beberapa kali mengundang para kepala sekolah SMA/SMK di Kota Semarang maupun se Jawa Tengah untuk rapat membahas hal tersebut.

Setelah mengkaji opsi-opsi yang ada, pihaknya pun pada akhirnya menyetujui opsi untuk membayar SPP. “Jadi tidak ada yang namanya serba mendadak, karena rancangan tersebut sudah kami kerjakan terus sejak Januari. Saya pun sudah menjelaskannya pada sosialisasi tersebut kepada orangtua murid. Namun di SMAN 3 Semarang, ada sebagian orangtua murid yang tidak berangkat,” ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved