Wakil Wali Kota Semarang: Saya Tidak Kenal Ngarimin, Langsung Bongkar saja Kalau Melanggar!

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu marah namanya disebut-sebut bekingi pedagang di Pasar Peterongan.

Wakil Wali Kota Semarang: Saya Tidak Kenal Ngarimin, Langsung Bongkar saja Kalau Melanggar!
Tribun Jateng/Hermawan Endra
Penertiban Pedagang Pasar Peterongan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu marah namanya disebut-sebut bekingi pedagang di Pasar Peterongan.

Baca: Ngarimin: Nanti dulu Pak, Saya Ngebel Anak Buahnya Bu Ita. Satpol PP pun Tunduk

Pernyataan pedagang di Pasar Peterongan yang mengaku bernama Ngarimin itu bohong dan hanya mengaku saja. Dia mengaku punya anak yang menjadi anak buah Ita, sapaan akrab Hevearita G Rahayu.

Wakil Walikota Semarang Hevearita G Rahayu menjawab pertanyaan wartawan terkait kasus dugaan pelecehan seks yang menimpa honorer Satpol PP
Wakil Walikota Semarang Hevearita G Rahayu menjawab pertanyaan wartawan (tribunjateng/galih permadi)

"Saya tidak kenal itu sama Ngarimin. Ngaku-ngaku seperti itu," ujarnya, Jumat (24/3).

Ita mengatakan tidak akan memberi toleransi kepada siapapaun jika bangunan tersebut memang melanggar aturan.

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) merobohkan sejumlah lapak milik pedagang yang berjualan di trotoar perempatan pasar Peterongan, Kota Semarang, Jumat (24/3). Penertiban ini dilakukan untuk memperlancar arus lalu lintas karena di daerah tersebut sering terjadi kemacetan akibat dari lapak pedagang yang memakan badan jalan sehingga menimbulkan penumpukan kendaraan. (Wan)
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) merobohkan sejumlah lapak milik pedagang yang berjualan di trotoar perempatan pasar Peterongan, Kota Semarang, Jumat (24/3). Penertiban ini dilakukan untuk memperlancar arus lalu lintas karena di daerah tersebut sering terjadi kemacetan akibat dari lapak pedagang yang memakan badan jalan sehingga menimbulkan penumpukan kendaraan. (Wan) (Tribun Jateng/Hermawan Endra)

"Tidak ada batas waktu lima hari. Saya perintahkan Satpol PP tetap membongkarnya. Tidak ada namanya toleransi kalau melanggar aturan," ujarnya. (*)

Baca: VIDEO Penampakan Pohon Asem Raksasa di Pasar Peterongan yang Dianggap Sakral

Penulis: galih permadi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved