Polisi Tahan Putra Rhoma Irama 20 Hari

Manajer Ridho, Tanti, membawakan lagi makanan kering dan susu untuk putra raja dangdut, Rhoma Irama, tersebut.

Polisi Tahan Putra Rhoma Irama 20 Hari
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas membawa Penyanyi dangdut Ridho Rhoma untuk di tes urine di Gedung BNN, Jakarta, Senin (27/3/2017). Tes urine tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas penangkapan Ridho Rhoma oleh Sat Res Narkoba Polres Jakarta Barat saat tengah mengonsumsi narkoba jenis sabu seberat 0,7 gram di Hotel Ibis, Daan Mogot. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Keluarga penyanyi dangdut, Ridho Rhoma, berdatangan ke sel tahanan Mapolres Jakarta Barat, Selasa (28/3).

Manajer Ridho, Tanti, membawakan lagi makanan kering dan susu untuk putra raja dangdut, Rhoma Irama, tersebut.

Kepada media, Tanti menceritakan kondisi Ridho saat ini. "(Kondisi Ridho) drop bukan yang gimana‑gimana. Mungkin dia galau ya, perasaan pengin cepet pulang. Biasa lah, emosi naik turun," sambungnya.

Tanti mengatakan, pelantun "Menunggumu" itu sehat‑sehat saja. Menurut Tantri juga, para penyidik pun memperlakukan ia dengan baik. "Penyidik di atas baik‑baik. Kasih nasihat juga. Ridho senang juga," lanjutnya.

Tanti menegaskan, tidak ada dari pihak manajemen dan pihak keluarga Ridho yang menyangka Ridho bisa terjerat kasus penyalahgunaan narkotika.

Mereka berharap, polisi bisa memberi yang terbaik untuk Ridho. "Ya, kami kan enggak menyangka. Ya, namanya anak lagi kesandung begini. Yang penting sekarang kami konsen untuk mendapatkan yang terbaik aja," ucap Tanti.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto mengatakan, Ridho Rhoma sudah resmi masuk masa penahanan. "(Ridho) Sudah memasuki masa penahanan 20 hari. Terhitung hari ini," ujar Suhermanto di Mapolres Metro Jakarta Barat, kemarin.

Hingga kini, proses penyidikan masih berlangsung karena seorang tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) belum tertangkap. Suhermanto menambahkan, selanjutnya Ridho akan menjalani proses assessment yang akan dilakukan oleh Tim Assessment Terpadu dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

Sebelumnya Ridho menjalani pemeriksaan urine, darah dan rambut di kantor BNN, Jakarta Timur. Lebih jauh Suhermanto menjelaskan soal Ridho akan direhabilitasi atau tidak, semua itu tergantung hasil assessment yang akan disahkan melalui putusan pengadilan.

Namun, apabila Ridho masuk ke panti rehabilitasi, proses hukum dan pidana akan terus berjalan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2011, dalam proses penyidikan, tersangka yang dikategorikan sebagai pengguna dan mendapatkan rekomendasi dari Tim Assessment Terpadu dapat dititipkan di panti rehabilitasi.

Proses assessment rehabilitasi narkoba ini pun diajukan kuasa hukum Ridho, yakni Krisna Murti. Assessment ini bertujuan mengetahui tingkat ketergantungan seorang pecandu narkoba untuk selanjutnya diputuskan apakah pengguna butuh direhabilitasi atau tidak. "Kita sudah cek darah kemarin. Dari hasil urine sementara kemarin sudah diketahui ada amphetamine, methamphetamine, dan benzodiazepine," kata Suhermanto lagi. (Tribun Network/nis/kps/wly)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved