MIRIS! Sudah 46 Tahun Ini Mbah Japar, Tinggal di Gubuk Reyot dan Sebatang Kara

Butuh waktu 10 menit untuk menunggu si empunya gubuk untuk muncul setelah pintu diketuk.

MIRIS! Sudah 46 Tahun Ini Mbah Japar, Tinggal di Gubuk Reyot dan Sebatang Kara
KOMPAS.com/Eni Muslihah
Sriyati (90) atau yang kerap disapa Mbah Japar hidup sebatang kara di sebuah gubuk di Dusun 2, Desa Gedung Wani, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur. Dia hidup mengandalkan belas kasihan warga sekitar. 

TRIBUNJATENG.COM, LAMPUNG TIMUR - Butuh waktu 10 menit untuk menunggu si empunya gubuk untuk muncul setelah pintu diketuk.

Nenek dengan tubuh bungkuk membukakan pintu dengan senyum mengembang dari wajah ramah.

Sebuah tongkat dipegangnya untuk menyangga tubuh.

Gigi hitam dan kotor menghiasi senyumnya.

Sesekali sengal nafas terdengar ketika dia mempersilakan para tamunya masuk.

"Saya sakit batuk-batuk dan agak sesak nafas," kata Sriyati (90) yang mengenakan kemben jarik.

Perabotan bekas botol minuman plastik, toples plastik, termos, gelas dan teko usang berserakan di lantai tanah.

Sejumput nasi dan tempe goreng sisa makanan yang telah berjamur masih ada di sebuah piring yang menumpuk bersama perabotan bekas lainnya.

Aroma apek, pesing dan sisa kotoran manusia menyelimuti gubuk yang tidak berjendela itu.

Gubuk itu hanya berukuran 5x3 meter.

Halaman
1234
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved