Polisi Tembak Mati Teroris
Ini Permintaan Terakhir Yudhistira pada Sang Ayah, Setelah Itu Ponselnya Tidak Aktif
Selain mengajar di Pondok Pesantren Baitul Ikhsan, Gringsing, Batang, Yudistira juga berdagang laptop secara online di sela-sela aktivitas
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Tri Widodo (49) mengatakan tidak mempunyai firasat apapun tentang putranya yakni Yudhistira Rostriprayogi (19), terduga teroris yang tewas di Tuban, Sabtu (8/4/2017)
Widodo mengaku terakhir berbincang dengan putranya Jumat (07/04) pagi.
"Dia hanya meminta mengirimkan kembali laptop dagangannya yang sempat dikembalikan kurir ke Medan, sebab beberapa waktu lalu laptop pesanan pelanggan tersebut sempat d tahan di bandara karena baterainya tidak dilepas jadi dikembalikan ke rumah, " bebernya, Minggu (09/04/2017).
Widodo mengungkapkan handphone putranya sudah tidak aktif, satu hari setelah meminta mengirimkan kembali pesanan konsumen ke Medan.
Selain mengajar di Pondok Pesantren Baitul Ikhsan, Gringsing, Batang, Yudistira juga berdagang laptop secara online di sela-sela aktivitas.
Widodo tidak percaya bila Yudistira terlibat dalam jaringan teroris sebab sehari-hari tidak menunjukan gelagat yang mencurigakan bahkan seringkali kalau bepergian mengenakan celana jeans.
"Saya bertemu Yudhistira terakhir Kamis lalu (06/04), dia izin mau ikut Dauroh agama, namun dia tidak izin langsung ke pimpinan pondok. Yang meminta izin istrinya, sebab ponpes tempat dia mengajar tidak memperbolehkan ada kegiatan lain, di luar ponpes, " terangnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ayah-yudhistira-rostriprayogi-paling-kiri-kaus-abu-abu_20170409_151907.jpg)