Selasa, 26 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Polisi Tembak Mati Teroris

Mata Ayah Yudhistira Rostriprayogi Berkaca-kaca: "Apakah Dia Dijebak?"

Menurut Widodo, putranya yang merupakan hafiz Al-Quran sering juga mengisi pengajian di daerah Weleri

Tayang:
Penulis: dini | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Ayah Yudhistira Rostriprayogi (paling kiri kaus abu-abu) saat bercerita pada perangkat desa di rumahnya, RT 01 RW 6 Desa Cepokomulyo Kecamatan Gemuh Kendal, Minggu (09/04/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Mata Tri Widodo terlihat berkaca-kaca saat mempersilahkan sejumlah perangkat desa dan awak media masuk dalam rumahnya di RT 01 RW 6 Desa Cepokomulyo Kecamatan Gemuh Kendal, Minggu (09/04/2017).

Mengenakan kaus abu-abu, ayah dari Yudhistira Rostriprayogi (19) mendapat kabar bahwa satu diantara terduga teroris yang tertembak di Tuban merupakan anak pertamanya.

"Tadi pagi rencananya mau ke Solo takziah keluarga, sampai Boyolali dapat kabar dari sepupu tentang berita ini, saya langsung konfirmasi ke saudara yang juga bekerja sebagai polisi namun dia juga tidak berani memastikan apakah benar itu putra saya," paparnya.

Widodo mengungkapkan sudah sejak SMP, putra pertama tersebut dia sekolahkan dalam pondok pesantren yakni SMP Pondok Pesantren Ass salamah Temanggung, kemudian melanjutkan ke sebuah Pondok Pesantren di Salatiga.

Lebih lanjut, Widodo menceritakan lulus SMA, Yudhis bekerja sebagai sebagai pengajar sekaligus ustaz di Pondok Pesantren Baitul Ikhsan, Gringsing, Batang.

Menurut Widodo, putranya yang merupakan hafiz Al-Quran sering juga mengisi pengajian di daerah Weleri.

"Begitu lulus dia juga minta menikah, tinggal bersama istrinya di pondok pesantren tempat dia mengajar dan pulang tiap satu minggu sekali, " ujarnya.

Selain mengajar, Yudis juga berjualan laptop secara online di sela-sela aktivitasnya.

Widodo mengakui putranya juga sering mengikuti seminar agama untuk memperkaya ilmu agama. Meski demikian, dia yakin putranya tidak terlibat dengan jaringan teroris.

"Saya kaget dengar berita itu terus terang apakah dia dijebak atau terlibat. Saya tidak berfikir sejauh itu, mudah-mudahan saja berita itu salah dan bukan anak saya," harapnya.

Widodo mengungkapkan sebenarnya niat dia memasukkan putranya ke pondok pesantren agar kelak bisa menolong orangtua di surga nanti.

"Bagi saya apapun yang terjadi saya tidak akan menyalahkan siapa pun, " terangnya

Carik Desa Cepokomulyo Kecamatan Gemuh Kendal, Coyo Nur Mulyo prihatin apabila ada warganya yang terlibat dalam jaringan teroris.

"Saya belum bisa memastikan apakah Yudhistira Rostriprayogi (19) yang dikabarkan di berita merupakan warga sini atau tidak sebab sampai saat ini belum ada kepastian dari kepolisian jangan sampai jadi berita hoaks, " katanya.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved