Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ketua DPD PAN Kendal Masih Syok Adiknya Ditangkap Densus 88

Ketua Komisi C DPRD Kendal ini tak menyangka adiknya ditangkap dalam kasus terorisme.

Tayang:
Penulis: dini | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/DINI SUCIATININGRUM
Warga Dusun Trondol Desa Tratemulyo Kecamatan Weleri, Kendal, menunjukkan lokasi penangkapan Irsyad, Senin (10/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini Suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Terduga teroris yang ditangkap di Kendal, Irsyad Alias Syeh (39), adalah adik bungsu Ketua DPD PAN Kabupaten Kendal, Nasri.

Nasri pun syok mendengar saudaranya itu ditangkap Densus 88 pada Senin (10/4/2017) kemarin.

"Kami sekeluarga masih syok dan kaget mendengar berita-berita penangkapan adik kami," ungkap Nasri kepada Tribunjateng.com, Selasa (11/4/2017).

Ketua Komisi C DPRD Kendal ini tak menyangka adiknya ditangkap dalam kasus terorisme.

Menurutnya, tak ada gelagat mencurigakan yang ditunjukkan Irsyad.

Terlebih sepeninggal orangtua, ikatan keluarga lebih erat karena sering berkumpul secara periodik.

"Kami sering berkumpul, tak pernah Irsyad itu menghilang. Jadi kami sangat kaget dan bertanya-tanya kok bisa. Kalau dikatakan terlibat seperti apa, sebab belum ada kejelasan," jelasnya.

Dia mengungkapkan keluarga bingung dan kalut karena belum menerima pemberitahuan dari kepolisian, baik secara lisan atau tertulis.

"Saya akan menanyakan hal ini ke kepolisian. Adik saya di mana sekarang? Kalau ditahan ke mana kami menjenguk? Apa bajunya sudah ganti atau belum? Jujur, pikiran saya bingung," terang Nasri menahan tangis.

Dia berharap Densus 88 memperlakukan Irsyad secara manusiawi, tanpa ada kekerasan atau penyiksaan.

Nasri juga akan meminta bantuan hukum pada LBH Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.

Dia ingin proses hukum Irsyad berjalan adil.

"Saya aktivis dan pernah menjadi pemimpin di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng. Ada teman-teman di sana, jadi kami minta adik saya didampingi. Keluarga kami tak paham betul hukum tapi ingin proses hukum berjalan fair," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved